Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Dinas Perhubungan (Dishub) mulai melakukan pengalihan arus lalu lintas (lalin) di jalan poros Tampo-Raha-Tondasi di Kelurahan Sidodadi Kecamatan Batalaiworu. Pengalihan arus, menyusul adanya pembangunan jembatan S Pamanua yang baru.
Proyek ini mulai dikerjakan sejak 16 Januari 2017, dengan nilai kontrak Rp 8.463.747.000 dana yang bersumber APBN tahun 2017. Pelaksana proyek PT Gunung Raya Bulukumba sebagai kontraktor pelaksana sementara waktu pelaksanaan 180 hari kalender. Sehingga dipastikan, pengalihan arus lalin akan berjalan beberapa bulan kedepan.
Menurut Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Muna, Drs La Ode Nifaki Toe yang ditemui diruangannya. Selasa (22/2) menjelaskan, pengalihan jalan dilakukan berdasarkan surat direktur cabang PT Gunung Raya Bulukumba nomor 002/GRB-PAL/II/2017 tanggal 3 Februari 2017 perihal permohonan pengalihan arus lalulintas.
“Atas permohonan tersebut, maka dikeluarkan surat imbauan kepada DPRD Muna, Sekretariat Daerah Muna, seluruh SKPD maupun dengan sosialisasi di masyarakat pengguna jalan atas pengalihan arua lalu lintas telah dilakukan tadi pagi pukul 08:00 wita,” jelasnya.
Lanjutnya, arus kendaraan dari Raha menuju Tampo sementara dialihkan ke Jl Lumba-Lumba menuju lorong sinar las atau jalan menuju pasar panjang Laino dan kantor Dinas Perikanan. Sementara itu kendaraan dari arah Tampo menuju kota Raha akan dialihkan kejalan menuju BTN Anova Griya Permai dan kantor Perikanan atau jalan menuju kantor DPRD muna.
“Atas pengalihan jalan, sejauh ini belum ada masyarakat yang komplain,” singkatnya.
Salah satu pengguna jalan yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, pengalihan jalan menurutnya kurang efektif. Seharusnya pihak kontraktor menyediakan jalan alternatif dan tidak boleh melakukan pengalihan.
“Seharusnya tetap ada jalan alternatif yang menghubungkan jalan poros Tampo-Raha seperti pembuatan jembatan sementara, ini dilakukan seperti daerah lain yang melakukan pengantian jembatan,” katanya. (*)

Pin It on Pinterest