Peliput: Amirul

BATAUGA, BP – Penyelenggaran kampanye akbar yang dilaksanakan pada 8 Februari 2017 menjadi perhatian khusus Pj Bupati Buton Selatan Dr Ir H OMN Ilah Ladamay. Pasalnya, massa pendukung antar paslon nomor urut 2 H Muhammad Faizal SE MS – Wa Ode Hasnawati, dan paslon nomor urut 3 Agus Feisal Hidayat SSos MSi – H La Ode Arusani, akan saling bertemu dan dikhawatirkan bakal saling bergesekan pada titik-titik jalan tertentu.

Dikatakannya, kondisi jadwal kampanye akbar yang sudah ditetapkan oleh KPU Busel memang tidak bisa lagi diubah. Dua massa paslon tentu akan bertemu disatu titik jalan. Kekhawatiran ini akibat Buton Salatan hanya memiliki satu jalan poros yang menghubungkan dua kecamatan, selain itu ruas jalan yang sempit sangat memungkinkan terjadi kemacetan yang tentu membuat arus lalu lintas terhambat.

“Saya sebenarnya sangat was-was terhadap dua kampanye akbar yang melibatkan pasangan nomor dua dan tiga itu. karena jalan kita hanya satu jalur. Coba kita membayangkan dua kelompok massa pendukung yang sangat besar akan berkonfoi yang datang dari arah Kecamatan Lapandewa menuju arah Lapangan Lakarada sementara ada massa dari Lawela menuju ke Sampolawa,” ucap Ilah Ladamay saat ditemui beberapa waktu lalu.

Selain massa yang datang dari Batauga menuju Sampolawa lanjut Ilah, pendukung dan simpatisan masing-masing paslon yang berasal dari kepulauan juga akan turut serta memeriahkan kampanye akbar tersebut. Sehingga akan menambah jumlah kendaraan yang melintas di jalan poros, yang menghubungkan Kecamatan Sampolawa dan Batauga.

“Oleh karena itu, dengan kesempatan yang berbahagia ini, saudara-saudara, teman-teman dan orang tua saya yang khususnya yang ada di kecamatan Batauga yang sempat kumpul pada hari ini saya sampaikan kepada kita semua untuk sama-sama menjaga ketertiban, menjaga iring-iringan dan menjaga kedamaian sehingga kita dapat menjalankan acara itu dengan tertib,” pintanya.

Sebagai pemimpin daerah, ia telah melayangkan surat kepada para penanggugjawab keamanan di tingkat provinsi yakni Kapolda, Danrem termasuk Gubernur atas kekhawatirannya itu.

“Ini merupakan kewajiban saya. Dan saya meminta kepada pimpinan yang lebih tinggi untuk memberikan perhatian kepada saya yang lebih besar kepada kita semua. Hal ini merupakan upaya dan pemerintah Buton Selatan untuk tidak memberikan pembiaran atau melakukan pembiaran pada potensi-potensi konflik yang kita sudah rasakan didepan mata kita semua,” tuturnya.

Lanjutnya, sebagai tim pemenang, sudah pasti dari tiap-tiap pendukung paslon akan berjuang untuk memenangkan dukungannya. Namun ia berharap agar siapapun yang akan terpilih sebagai Bupati defenitif maka dialah Bupati Buton Selatan.

“Jadi bukan Bupatinya Batauga dengan tim suksesnya, bukan Bupati Kecamatan Sampolawa dengan tim suksesnya dan bukan Bupati dari kecamatan lain. Dia adalah Bupati kita semua,” jelas Ilah.

Ditambahkannya, ia berharap kepada semua pihak agar bersama-sama menjaga keutuhan Buton Selatan, pesta demokrasi ini harus mengedepankan tenggangrasa, saling menjaga, hindari konflik karena akan mencederai masyarakat Busel sendiri. Pilkada bukan menjadikan masyarakat terkotak-kotakan, tetapi mencari pemimpin terbaik dari yang baik. Siapapun yang terpilih adalah akan menjadi Bupati masyarakat.

“Pilihlah sesuai dengan hati nurani kita. Bila perlu sebelum kita ke TPS malamnya kita tahajud, jumpa sama ALLAH SWT untuk memberikan pilihan yang terbaik pimpinan bagi Buton Selatan. Sebab lima tahun kedepan menjalankan pemerintahannya, itulah yang akan kita rasakan nanti,” pungkasnya.(*)

Pin It on Pinterest