Aan Alaskar

Peliput : Kasrun

BURANGA,BP-Konsorsium Pemerhati Korupsi Buton Utara ( KPK-BUTUR) mempertanyakan kasus pekerjaan jalan di Eemoamba kecamatan Kulisusu Utara kabupaten Buton Utara tahun anggaran 2019 yang di tangani oleh kejaksaan tinggi Raha, pasalnya sampai saat ini belum ada kejelasan dalam menyelesaian kasus yang ditangani oleh kejaksaan Negeri Raha tersebut. Mereka juga menilai Kejaksaan Negeri Raha terkesan lambat dalam menangani kasus pekerjaan jalan tersebut yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah.

Aan Alaskar
Aan Alaskar

Demikian ungkapan KPK Butur Aan Alaskar padat ditemui awak media, Minggu (13/09).

“Mendesak pihak aparat penegak supremasi hukum dalam hal ini pihak kejaksaan negeri Raha untuk segera menuntaskan kasus pekerjaan jalan di Eemoamba kecamatan Kulisusu Utara kabupaten Buton Utara tahun anggaran 2019, yang dimana sangat rusak parah dari ujung ke ujung jalan yang menelan anggaran miliaran rupiah, dan hari ini proses kelanjutan kasusnya tidak jelas dari pihak kejaksaan negeri raha apakah Penyelidikan atau penyidikan”,tanyanya.

Kata Aan Alaskar juga, mendesak pihak kejaksaan negeri Raha agar segera memanggil secara resmi pihak – pihak yang terkait dalam pengerjaan jalan di Eemoamba tersebut, dalam hal ini Kontraktor, PPK,PPTK dan kepala dinas PU Kabupaten Buton Utara untuk dimintai keterangannya.

“Kami mendesak pihak kejaksaan negeri raha dalam waktu dekat ini untuk secepatnya melakukan pemanggilan secara resmi kepada pihak-pihak terkait pekerjaan jalan Eemoamba kecamatan Kulisusu Utara kabupaten Buton Utara dalam hal ini kontraktor, PPK, PPTK, dan Kadis PU kabupaten Buton Utara”

Lanjut Aan Alaskar, jika kejaksaan Raha tidak segera menuntaskan kasus pekerjaan jalan di Eemoamba, maka pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan pelaporan secara resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK – RI) agar dilakukan supervisi kepihak kejaksaan Raha yang dinilai lambat menuntaskan kasus-kasus di Butur.

“Jika persoalan ini tidak dituntaskan oleh pihak kejaksaan negeri Raha, maka kami akan melakukan Pelaporan resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) untuk dilakukan supervisi ke pihak kejaksaan negeri raha dalam waktu dekat ini”, tegasnya.

Hingga berita ini terbit Kejaksaan Negeri Raha belum bisa memberikan klarifikasi. Kami menghubungi pihak kejaksaan negeri Raha melalui via telfon intelejen kejaksaan Raha, tapi tidak diangkat atau ditanggapi.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

BANTU NELAYAN TERDAMPAK COVID-19 BHABINKAMTIBMAS PASARWAJO BUAT PENANGKARAN IKAN AIR ASIN

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasarwajo Briptu Aswin Ismar, mengajak sejumlah nelayan membuat penangkaran ikan air asin dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) yang terbuat dari bahan High Density Polyethylene (HDPE) Aquatech. Jenis ikan yang dipelihara adalah jenis ikan Bubara, dengan jumlah bibit 10.000 ekor. Aktifitas tersebut sudah berjalan hampir empat bulan, dan akan panen saat sudah delapan atau 12 bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest