BAUBAU, BP – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Baubau telah menerapkan pranikah di Kota Baubau. Tahap ini wajib dilaksanakan karena di dalamnya ada materi mengenai pembinaan rumah tangga dan pemeriksaan kesehatan reproduksi.

Kepala Kemenag Baubau Rahman Ngkaali mengatakan, pranikah dimaksudkan agar bahtera rumah tangga yang dijalani calon pengantin dapat rukun dan damai. Tinggal ke depan diatur model pembinannya.

Mengenai pranikah kata dia, sebenarnya telah diterapakan di Kota Baubau sesuai dengan intruksi dari Kementerian Agama.

“Itu program sudah lama di kementerian, namanya bimbingan pranikah. Jadi bimbingan pranikah biasanya sebelum nikah orang yang harus melapor ke KUA 10 hari sebelum hari H pelaksanaan nikah. Divalidasi syarat dan ketentuannya kalau sudah memenuhi syarat lalu kemudian sebelum 10 hari itu dilakukan pembinaan,” katanya ditemui Jumat (13/12).

Dalam pranikah lanjutnya, diberikan pengetahuan agar mental calon pengantin dalam menjalani bahtera rumah tangga sesuai tutunan syariat Islam, mulai dari pergaulan suami istri, kesehatan reproduksi.

“Teman-teman dari puskesmas mereka kita undang untuk melakukan pembinaan kepada calon pengantin, lalu ada juga dari teman-teman yang lain bicara persoalan ekonomi keluarga, itu sudah lama dilakukan di kementerian agama,” ungkapnya.

Tahun ini kata dia, pelaksanaan pranikah memang belum begitu maksimal, sehingga ke depan akan lebih ditingkatkan lagi.

“Kalau selama ini sifatnya kurang baik, mungkin tahun 2020 ini akan lebih baik materi-materinya, kan ada materi-materi khusus maka akan ditetapkan secara nasional,” ulasnya.

Terkait dengan Perda baca tulis Al-Quran, di Kota Baubau belum diterapakan, tetapi ada sejumlah daerah yang sudah menerapkan Perda tersebut, agar para calon pengantin dapat menguasai baca Al-Quran.

“Jadi harus paham itu jadi sebelum nikah kita pastikan dulu bagaimana dengan baca Al-Qurannya. Di tempat lain itu kalau orang mau nikah diuji baca Al-Qurannya, kalau belum bisa diberikan waktu dulu untuk dibina ngajinya kalau tidak bisa dipending lagi,” ujarnya.

Khusus di wialyah Kota Baubau, hanya diwajibkan harus hafal suart-surat pendek yang ada di dalam Al-Quran serta bacaanya. Selain itu calon pengantin laki-laki harus bisa menguasai kalimat Syahadat.

“Kita ini belum sampai kaya gitu, tetapi setiap pernikahan itu kita suruh Syahadat, dan baca surat-surat pendek. Maksudnya kita tes ini calon-calon pengantin kita ini apakah mampu membaca atau menghafalkan surat-surat pendek itu,” pungkasnya. (#)

Peliput: LM Syahrul

Pin It on Pinterest