Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Direktur Sarana dan Prasarana Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia Ir JE Wahyu Ningrum meninjau langsung perkembangan pembangunan dermaga feri rute Raha- Pure di Desa Lagasa Kecamatan Duruka, Jum’at (10/2).
Dalam kunjungannya, Kemenhub melihat secara detail material timbunan yang digunakan membangun dermaga ini. Dijelaskan bahwa proyek ini merupakan salah satu bagian dari rencana pembangunan di Sultra yang sistem penganggarannya hingga 2018, karena pembangunannya terus dipantau. Setelah mengamati secara seksama perkembangannya, Wahyu Ningrum tidak memberi kesan miring.
Menurutnya, progres pembangunannya sesuai dengan perencanaan. Namun dirinya tetap berpesan kepada Pemda setempat dan pemrov sebagai pembina teknis untuk terus menjaga kondusifitas. Hal lainnya juga yang ingin disoroti, mengenai jalan akses masuk ke pelabuhan yang belum maksimal pembangunan. Utamanya jembatan penghubung jalan masuk ke dermaga yang masih terputus. Namun pihak Kemenhub sedikit dilegakan karena pembangunan jembatan bakal dilanjutkan pengerjaannya tahun ini.
“Jadi ada kontribusi antara pemerintah pusat dan daerah. Daerah menjaga kondusifitas, kemudian kontribusi terhadap jalan akses dan sebagainya. Yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah tolong disegerakan. Jangan sampai pembangunan yang kita laksanakan manfaatnya kurang karena integrasi pembangunan pusat dan daerah tidak selaras,” jelas wanita berkacamata ini.
Pekerjaan ini akan terus dilanjutkan pembangunan walau belum selesai seluruhnya karena ini masih awal anggaran. Wanita berjilbab ini juga sudah memantau kesiapan anggaran untuk pengerjaan berikutnya dan dana sudah jadi. Karena pembangunan masih teruz berlanjut, pihak kementrian akan terus memantau dilapangan karena prinsipnya Wahyu Ningrum tidak ingin melihat laporan dimeja kerjanya saja.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Muna La Oba menyambut gembira hadirnya pihak kementrian. Alasannya karena informasi perihal kelanjutan program pembangunan feri ini tidak begitu detail diterima. Dengan datangnya pemerintah pusat ini akan menjawab pertanyaan masyarakat tentang perkembangan bangunan ini.
“Alhamdulillah dengan datangnya mereka terjawab sudah bahwa pembangunan pelabuhan feri dilanjutkan. Inshaallah hari ini (jum’at-red) pengumuman lelang,” kata La Oba.
Pesan pihak kementrian perihal akses jalan jembatan menjadi perhatiannya kedepan. Menurut mantan kepala BLH ini pembangunannya perlu digenjot lagi agar pembangunannya bisa bersamaan selesainya dengan dermaga feri.
Hal lain yang menjadi perintah kementrian yakni penanaman pohon dilokasi dermaga. Pasalnya jalan akses dermaga nantinya akan terbelah menjadi dua jalur. Oleh karenanya ditengah jalan akan dibangun median yang nantinya ditanami pohon pelindung.
La Oba menyebut bahwa hal tersebut bisa tertangani dengan bantuan dari BLH Muna kelak. Pasca kunjungan ini pihak Pemda khususnnya Dishub Muna terus mengawasi aset proyek tersebut. (*)

Pin It on Pinterest