– Jelang Rekapitulasi Penghitungan Suara

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Menjelang rapat rekapitulasi perolehan suara oleh masing-masing pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah (Buteng), aparat Kepolisian menggelar simulasi penanganan demonstrasi massa, yang dilaksanakan di halaman Kantor KPUD Buteng pada Selasa (21/02).

Pantauan media ini, dalam giat simulasi tersebut ada kelompok yang bertindak sebagai massa demonstran yang berhadapan dengan kelompok dari aparat keamanan yang siap siaga untuk mengamankan proses rekapitulasi penghitungan suara.

Kepada Baubau Post, Kabag Ops Polres Baubau Kompol Lido R Antoro SH SIK menjelaskan, jumlah personil keamanan yang diturunkan berjumlah kurang lebih 300 Anggota, yang terdiri atas BKO Dalmas Polda Sultra, Anggota Polres Baubau, BKO Brimob Polda Jawa Timur, BKO Brimob Polda Sultra, untuk mengamankan pelaksanaan rekapitulasi penghitungan suara yang digelar pada Rabu (22/02).

“Untuk personil dari Polres sebanyak 150 personil, untuk BKO sebanyak 143 personil, jadi gabungan dari BKO Brimob Polda Jawa Timur, BKO Brimob Polda Sultra, dan BKO Dalmas Polda Sultra, itu kurang lebih hampir 300 orang kita pengamanan kegiatan rekapitulasi KPUD Kabupaten Buton Tengah,” tuturnya.

Selanjutnya, simulasi secara internal dan eksternal mempunyai beberapa sisi manfaat, diantaranya sisi manfaat secara eksternal yakni warga dapat mengetahui dan melihat langsung akan kesiapan pihak Kepolisian dalam menjalankan tugas pengamanan.

“Simulasi ini buat internal dan eksternal ada gunanya juga, yang pertama kalau untuk eksternal kita memperlihatkan ke masyarakat bahwa kami siap untuk mengamankan kegiatan khususnya untuk rekapitulasi besok KPUD, tapi secara umum adalah mengamankan kegiatan Pilkada mulai dari tahapan pertama sampai saat ini dan sampai kedepan,” ulas Kabag Ops Polres Baubau itu.

Ditambahkannya, manfaat disisi internal yaitu menunjukkan kesiap-siagaan dan bagaimana, proses mulai dari tahap pertama hingga selesai akan dikawal dengan kekuatan BKO Brimob Polda Sultra, BKO Brimob Polda Jawa Timur, Peleton Anti Anarkis, serta Dalmas Polda Sultra.

“Untuk internal, itu menunjukkan buat kesiapan kami, biar makin siap, kesiagaan kami, bagaimana proses dari awalnya tahap pertama dari mulai hijau, kuning, ke merah sampai protap 01 Brimob Anti Anarkis keluar. Arti dari smua, kalau hijau ini artinya masih bisa dikendalikan, kuning artinya itu peringatan buat kita, nah pada saat merah menandakan itu estalasenya sudah tinggi, seperti itu, rendah, sedang, tinggi,” katanya.

Kompol Lido R Antoro juga berpesan, agar masyarakat sebaiknya tidak melibatkan diri dalam hal-hal yang memancing keributan, selain itu agar sebaiknya masyarakat harus tenang dan tidak terpengaruh dengan isu-isu maupun provokasi dari siapapun.

“Pesan kami buat para simpatisan ataupun massa yang ingin datang atau sebagaimana macam lebih baik para masyarakat mungkin tidak usah, karena ini kan istilahnya sidangnya ini yang diundang hanya beberapa orang saja, jadi mungkin dari pasangan calon atau dari korcamnya masing-masing dari PPK, jadi lebih baik masyarakat tenang, tidak terpancing provokasi dari siapapun juga, insyaallah kami dari pengamanan siap untuk mengamankan Pilkada Buton Tengah,” tutupnya. (*)

Pin It on Pinterest