PASARWAJO, BP – Saat ini Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Buton Delia Montolalu La Bakry, gencar berupaya melestarikan kerajinan tangan khas masyarakat Buton. dengan meninjau sejumlah kerajinan tangan di Buton.

Kali ini, istri orang nomor satu di Kabupaten Buton itu berkunjung di Kelurahan Wakangka, Desa Tumada dan Todanga, Kecamatan Kapontori. Dimnan lokasi itumerupakan lumbung produksi kerajinan tangan berupa anyaman berbahan Nentu dan Rotan. Selain itu, ada juga olahan jambu mete.

Jambu mete menjadi produk olahan unggulan di Kecamatan Kapuntori yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Muna di daratan Buton ini. Tidak hanya itu saja, Delia juga mengunjungi pengasapan ikan di Desa Boneatiro.

Peninjauan ini bertujuan untuk melihat hal-hal yang perlu ditingkatkan kedepannya. Setelah melihat sejumlah kerajinanan tangan tersebut, dirinya tertarik dengan beberapa hasil karya masyarakat, sehingga memboyongnya pulang.

Ia menitip pesan kepada para pengrajin agar senantiasa merapikan lagi hasil kerajinannya, sehingga lebih diminati pembeli. Ia juga meminta agar pengrajin dapat meningkatkan, produktifitas, kreatifitas dan inovasinya agar memenuhi minat dipangsa pasar lokal dan nasional.

“Para pengrajin agar senantiasa meningkatkan produktivitas, kreativitas dan inovasi. Hal itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dan mengikuti tren saat ini supaya bisa lebih berdaya saing,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ini perlu dilakukan peningkatan fasilitas, pendampingan tenaga ahli desain, serta penguatan branding untuk meningkatkan kecintaan konsumen pada produk di Kabupaten Buton.

Penyediaan bahan baku juga sangat penting, di samping sebagai promosi juga sebagai pembinaan bagi pengrajin.

“Sehingga pembinaan akan terus dilakukan. Untuk itu kita (PKK dan Dekranasda) akan bekerjasama dengan pengrajin selain upaya melestarikan kerajinan juga mengangkat kerajinan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan para pengrajin,” tutupnya.

Sementara itu, dilokasi yang sama, Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Buton yang juga sebagai Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Buton, Ir Sadisu MSi mengatakan, pihaknya membina para pengrajin itu di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM).

IKM ini dilengkapi dengan alat pengepakan dan alat untuk membela rotan untuk pembuatan tas dan aksesoris lainnya seperti topi, bosara dan talang.

Sebut saja di Kelurahan Wakangka, para pengrajin anyaman rotan menghasilkan produk keranjang dan aksesoris meja tamu, di Desa Tumada sendiri, para pengrajin, selain menganyam Rotan dan Nentu juga ada pengolahan Jambu Mete.

Olahan Kacang Metenya menghasilkan lima rasa yakni rasa balado, manis, original, bawang dan crypi. Hasil olahan Mete tersebut diberi label Rawasa.

“Produk-produk yang dihasilkan di sentra IKM ini sudah sering diikutkan lomba baik tingkat provinsi maupun nasional. Dan sering meraih peringkat terbaik. Itu menunjukan produk olahan ini telah diakui kualitasnya di tingkat nasional,” tutupnya.

Peliput: Asmaddin

Pin It on Pinterest