Peliput: Iman Supa Editor: Zaman Adha

RAHA, BP – Kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Muna hingga kini masih bergulir. Ketua DPRD Muna Mukmin Naini berharap, kasus senilai Rp 210 miliar itu segera dituntaskan dengan penetapan tersangka.

Mukmin saat ditemui, Senin (11/12) usai menemui para pendemo, memberikan apresiasi pada para mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam menyuarakan persoalan pengusutan dugaan korupsi DAK.

“Para pendemo menyampaikan persoalan korupsi yang sangat banyak di Kabupaten Muna, terutama terkait persoalan dugaan korupsi kasus DAK, selain itu mereka inginkan DPRD turun untuk memanggil Kejaksaan sejauh mana penyidikan yang dilakukan,” katanya.

Namun ia menyampaikan, bahwa fungsi DPRD terdapat dua bagian, diantaranya kalau temuan bersifat administrasi maka pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi pada Pemerintah Daerah sebagai mitra kerja. Kalau bersifat hukum pidana, maka dewan merekomendasikan pada pihak penegak hukum dalam hal ini Kepolisian maupun Kejaksaan.

“Sementara kasus DAK merupakan temuan langsung Kejaksaan sehingga tidak ada rekomendasi, DPRD hanya menunggu akhir dari penanganan kasus tersebut,” jelasnya.

Dalam penanganan kasus DAK, pihaknya hanya sebatas melakukan koordinasi. DPRD dalam hal ini tidak boleh mencampuri kewenangan penegak hukum.

Mukmin berharap, dugaan korupsi Rp 210 milyar, kedepan tidak terjadi lagi. Sebab korupsi membuat pembangunan di Muna terhambat. (*)

Pin It on Pinterest