• Keluarga: Terimakasih Pemerintah Indonesia

BAUBAU, BP – Korban sandera kelompok Abu Sayyaf Muhammad Farhan yang tinggal di Bure Kota Baubau kini telah dibebaskan. Anak dari Maharudin yang sebelumnya disandera di Filipina Selatan itu dibebaskan oleh militer Filipina di Baranggay Bato Bato, Indanan Sulu, pada Rabu (15/01).

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan, bahwa Farhan usai dibebaskan kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Westmincom, Zamboanga, dan dinyatakan sehat.

Muhamad Farhan

Farhan akan diserahterimakan dari otoritas Filipina kepada KBRI Manila dan dipulangkan ke Indonesia. Pemerintah Indonesia mengapresiasi kerja sama yang baik dengan pemerintah Filipina. Termasuk dengan Divisi 11 AFP (Angkatan Bersenjata Filipina) di Sulu dalam upaya pembebasan para sandera WNI.

Mendengar hal itu, Ayah Farhan, Maharudin mengucap syukur dan terimakasihnya atas upaya Pemerintah Indonesia dalam pembebasan dirinya juga anaknya. Maharudin yang dulunya juga pernah menjadi tawanan Abu Sayyaf ini mengaku, sangat prihatin dengan keadaan anaknya. Maharudin masih terbayang-bayang kondisi anaknya disandera kelompok Abu Sayyaf, namun setelah mendapat informasi jika anaknya telah dibebaskan, merasa senang bercampur haru.

“Setelah kita lihat di TV kalau anakku padahal sudah bebas, kita keluarga senang sekali,” katanya.

“Terimakasih Pemerintah Indonesia sudah membebaskan anak kami,” sambung Maharudin dengan haru saat dikonfirmasi awak media, Kamis (15/01) dikediamannya.

Hal senada juga disampaikan bibi Farhan, Marsia, ia merasa senang dan bangga kepada Pemerintah Indonesia. Keluarga berharap agar pemulangan kemenakannya Farhan berlangsung lancar tidak ada hambatan sama sekali sampai Farhan berkumpul kembali bersama keluarga.

“Harapan kami semoga Pemerintah dapat mengatur kepulangannya sampai kami berkumpul kembali bersama keluarga,” tuturnya.

Selama ini, lanjut Marsia, pihak keluarga mengirim doa terus menerus agar Farhan baik-baik saja, tidak dalam bahaya sampai pertolongan datang. “Selama ini kita keluarga tidak tenang. Kita berdoa terus untuk keselamatannya,” ucap Marsia.

Sebagaimana diketahui, Maharudin Lunani (48), Samiun Maneu (27), dan Muhammad Farhan (27) diculik Abu Sayyaf di dekat Pulau Tambisan, Malaysia, pada September lalu.

Sebelumnya dibulan lalu, Maharudin dan Samiun lebih dulu dibebaskan dalam serbuan militer Filipina ke persembunyian Abu Sayyaf di Sulu. Dengan bebasnya Farhan, maka seluruh WNI yang disandera Abu Sayyaf sudah bebas.

Peliput: Asmaddin

Pin It on Pinterest