Peliput: Amirul

BATAUGA,BP–Dokumen pernyataan dukungan pasangan calon (paslon) bakal calon bupati dan wakil bupati independen Buton Selatan La Ode Budi-Abdul Manan yang gagal ikut sebagai konstentas Pilkada 2017 ,diduga dipalsukan.

Dokumen tersebut semestinya untuk pasangan La Ode Budi-Ikhsan tetapi ditulisan nama Ikhsan ditempel menggunakan kertas kecil seukuran nama tersebut yang bertuliskan nama Abdul Manan. KPU Busel menduga dokumen itu dipalsukan untuk memuluskan persyaratan dukungan La Ode Budi-Abdul Manan

Massa yang diterima Ketua KPU Busel La Ode Masrizal Masud, Komisioner KPU Ismail Angi, Komisioner KPU Busel divisi Program dan Data Ari Ashari Apriadi.

Hal ini terungkap ketika puluhan massa unjuk rasa Budiman mendesak KPU Busel untuk mempertanyakan dokumen KTP yang ada di Budiman namun diduga berpindah ke Agus Salim-La Ode Agus. Dalam diskusi hebat itu, akhirnya pihak KPU Busel memperlihatkan dugaan pemalsuan dokumen dukungan tersebut kepada massa Budiman.

Dari dua lembar dokumen itu terlihat nama pasangan calon Bupati La Ode Manan dengan memiliki dua wakil yang berbeda. Pada dokumen pertama yang diperlihatkan komisioner kepada massa unjuk rasa tampak dokumen nama pasangan calon wakil Bupati Ikhsan diduga ditempel dan kemudian digantikan dengan cara diketik ulang kemudian diprint dalam kertas sesuai besar huruf nama ikhsan. Kemudian kertas bertuliskan nama Abdul Manan ditempelkan ke nama Ikhsan.

“Coba diraba jelas ada perbedaan kasar dan halus dari kedua dokumen ini. Jelas ini diduga dipalsukan,” ucap Ismail Angi, Komisioner devisi Teknis

Ismail Angi, melanjutkan dari dokumen dukungan yang diserahkan Budiman sebanyak 5694 dalam bentuk hard kopi. Setelah dilakukan verifikasi ditemukan dua nama pasangan wakil La Ode Budi yakni Abdul Manan dan Ikhsan.

Setelah dilakukan verifikasi yang diduga beberapa dukungan dipalsukan dengan dibuktikan kertas tempelan pada nama Ikhsan dengan diganti nama Abdul Manan. Jumlah yang memenuhi syarat untuk dukungan La Ode Budi-Abdul Manan hanya 158 dukungan, selebihnya dukungan dukungan La Ode Budi-Ikhsan dari total dukungan 5694.

“Selebihnya itu dari dokumen dukungan La Ode Budi-Ikhsan, jadi dari 5694 ada yang ditempel menggunakan nama Abdul Manan menutupi nama Ikhsan di wakil, yang sah itu untuk dukungan La Ode Budi-Abdul Manan atau Budiman hanya 158 dukungan,” katanya kepada wartawan usai menerima massa aksi damai di kantor KPU Busel, beberapa waktu lalu

Ismail Angi menjelaskan, kesalahan Budiman dari dokumen yang diserahkan ke KPU tidak sesuai dengan format yang ditentukan dalam PKPU. Dokumen yang diserahkan Budiman berbeda dengan model format yang ditentukan PKPU. Padahal yang dimintai sesuai PKPU B1KWK adalah dalam formatnya dukungan tersebut harus ada kolom nama, NIK, Nomor KK, Alamat, jenis kelamin kemudian kolom cap atau tanda tangan pendukung.

“Yang mereka serahkan itu saya lihat hanya daftar nama. Tanpa ada kolom tanda tangan atau cap jempol. Tentu berbeda dengan format yang dimintai sesuai PKPU itu bukan kategori B1KWK, mestinya dukungan itu harus ada kolom nama, cap tanda tangan pendukung atau yang menyerahkan KTP ,” katanya.

Komisioner juga meminta massa untuk menyimpan dokumen yang dipolemikan agar dikonfrontir atau mencocokan data yang dipegang KPU dan data yang dipegang Budiman namun tak diberikan. Menurut mereka dokumen yang dipegang pendemo adalah dokumen rahasia dan tidak bisa dipindah tangankan.

Setelah selesai melihat bukti dokumen yang diduga dipalsukan tersebut massa dari Budiman akhirnya pamit saling berjebat tangan antara massa Budiman dan para komisioner KPU Busel.(*)

Pin It on Pinterest