Peliput: Arianto W — Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP- Minimnya animo masyarakat yang mendaftar ke SMAN 3 Baubau membuat pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hanya memberikan kuota maksimal delapan Rombongan belajar (Rombel) atau sebanyak 288 siswa per angkatan.

Kepala SMAN 3 Baubau Hasma Ramli

Kepala SMAN 3 Baubau Hasma Ramli melalui Wakasek Kesiswaan Musafiu saat ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (09/07) mengungkapkan, umumnya satuan pendidikan formal khsususnya di jenjang SMA Negeri/Sederajat mendapatkan jatah 12 Rombel atau sebanyak 432 siswa per angkatan.

Namun karena prestasi SMAN 3 Baubau jarang terpublis ke masyarakat sehingga membuat peminatnya kurang. Maka tak heran jika sekolah rindang ini hanya mendapatkan jatah kuota maksimal delapan Rombel.

” Untuk di wilayah Kecamatan Betoambari itu ada SMAN 2 dan SMAN 3, dan SMAN 4 Baubau. Kalau di SMAN 2 dan SMAN 4 Baubau mendapatkan 12 Rombel, sementara kita hanya delapan karena sudah diperkirakan seperti ini,” terangnya.

” Kenapa SMA tetangga justru membuang siswa sedangkan kita masih menunggu? Yaitu karena faktor image sekolah seperti terkenal dengan prestasi ataupun kegiatan ekstrakulikulernya sehingga tidak heran kalau pendaftarnya membludak,” ujarnya.

Masafiu menambahkan, jika berbicara prestasi khususnya mengenai optimalisasi dan efektivitas proses belajar mengajar (PBM), sesungguhnya semua sekolah sama saja.

Hanya saja, menurut Musafiu, minsed masyarakat saat ini lebih cenderung melirik sekolah-sekolah yang terkenal dan/atau sering dipublis ke media.

” Sesungguhnya semua sekolah itu sama saja, apa lagi berbicara masalah PBM. Hanya saja mungkin masyarakat belum melihat,” pungkasnya. (*)

Pin It on Pinterest