Peliput: Zaman Adha — Editor: Ardi Toris

BAUBAU, BP – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Baubau kini membolehkan prosesi akad nikah di luar Kantor Urusan Agama (KUA). Meski begitu, dalam prosesi akad nikah masih dibatasi jumlah pesertanya.

Sebelumnya, Kemenag hanya melayani prosesi akad nikah di KUA saja. Alasannya untuk menjaga agar penghulu tidak rentan terpapar Covid-19.

Kepala-Kantor-Kementrian-Agama-Baubau-Rahman-Ngakaali-Foto-Zaman-Adha-BaubauPost

Kepala Kemenag Baubau Rahman Ngkaali mengatakan jika prosesi akad nikah dilakukan di dalam KUA, maka pesertanya hanya 10 orang.

“Bagi yang menyelenggarakan pernikahan di Kantor KUA maupun di rumah hanya dibatasi 10 orang saja,” katanya.

10 orang ini kata dia, sudah termasuk dua mempelai, orang tua kedua mempelai, penghulu, maupun saksi.

Sedangkan jika prosesi akad nikahnya dilangsungkan di masjid atau aula, maka pesertanya dibatasi 30 orang atau 20 persen dari kapasitas ruangan. Meski begitu, pihaknya tetap berharap pesta atau perjamuan pernikahan dapat ditunda.

Jika pihak keluarga mau melaksanakannya maka dalam kegiatan tersebut harus memperhatikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Saat Covid mewabah Kemenag hanya menerima pendaftaran nikah, namun saat new normal, prosesi akad nikah sudah kembali normal,” ujarnya.

Pelaksanaan prosesi akad nikah ini kata dia, merujuk pada Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor P-006/DJ.III/Hk.007/06/2020 tentang pelayanan nikah menuju masyarakat produktif aman covid-19 yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2020 lalu.

Berdasarkan surat tersebut pula, penghulu dapat menolak pelayanan nikah, jika ada protokol kesehatan yang dilanggar. (**)

Pin It on Pinterest