Peliput: Nelvida A — Editor: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Pasca lebaran Idul Fitri 1441 H dan masih dalam suasana pandemi Covid-19, harga sembilan kebutuhan pokok di Pasar Tradisional yang ada di Kota Baubau sampai saat ini masih stabil.

Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muhamad Rais saat ditemui Baubau Post di ruang kerjanya mengatakan pasca lebaran pihaknya melakukan pemantauan harga pasar apakah terjadi kenaikan harga secara signifikan atau tidak.

” Kami menghubungi pihak distributor Kota Baubau untuk bersiaga agar jika terjadi kenaikan harga pasar mereka dapat mengantisipasi karena, kami tidak melakukan kegiatan pasar murah dikarenakan adanya Covid-19 yang tidak dapat melibatkan masyarakat banyak,” ungkapnya, Jumat (29/05).

Kendati demikian, perkiraan berbeda dengan realita yang terjadi. Dimana banyak bahan sembako di lapangan yang mengalami penurunan harga menjelang lebaran dan bahkan stoknya berlebih.

” Harga telur cenderung turun kisaran Rp 40 ribuan dan stok beras banyak yang masuk sehingga harga beras turun, ditambah dengan stok beras dari Ngkaring-karing sekitar 2000 ton untuk stok berasnya dan beras akan aman untuk stok kedepannya. Namun ada beberapa kebutuhan seperti sayuran dalam hal ini jenis cabe harganya naik,” terang Rais.

Beberapa waktu kemarin harga gula melonjak naik sampai Rp 20 ribu per kilo pasca bulan Ramadhan, namun menjelang idul Fitri harga gula mulai turun kisaran Rp 18 ribu. Hal ini dikarenakan stok gula yang kurang, tetapi untuk pasca lebaran semua sudah mulai kembali normal dan gula pun sudah ada stok dari Bulog sekitar 20 ton.

” Sehingga untuk sementara waktu Kota Baubau masih aman dan harga masih stabil,” tutupnya.(#)

Pin It on Pinterest