Peliput : Prasetio M Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP – Isu pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Sulawesi Tenggara (Sultra) termasuk pembentukan Propinsi Kepupalaun Buton (kepton) kembali menjadi “jualan politk” pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubenrnur Sultra. Termasuk Asrun-Hugua mengaku jika terpilih sebagai Gubernur Sultra peroide 2018-2023 yakni, mendekatkan pelayanan publik birokrasi Pemerintah dengan masyarakat.

Demikian diungkapkan Bakal Calon (Balon) Gubernur Sultra Asrun saat di temui Baubau Post usai acara Latihan Kader Amanat Dasar (LKAD) gelombang II Provinsi Sultra di salah satu hotel di Kota Buabau, kamis (21/12).

Dikatakan, pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Sultra menjadi salah satu program Asrun dan Hugua jika terpilih kedepannya sebagai Gubernur Sultra. Pemekaran itu bukan hanya pemekaran Provinsi Kepulauan Buton, namun juga pemekaran beberapa kabupaten lainnya.

“Pemekaran kabupaten seperti daerah Kabaena, Muna Timur, Konawe Timur, Kolaka Selatan dan Kota Raha,”kata Asrun.

Untuk mengefisienkan birokrasi dan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Dirinya menargetkan akan mendapatkan suara yang cukup besar di Kota Baubau, pasalnya dirinya melihat kader PAN cukup solid di Kota Baubau dan partai cukup dominan.

Dia menambahkan, kedatangannya di Kota Baubau baru sebatas silaturahmi dan konsolidasi internal partai dan belum lakukan konsolidasi lintas partai. Kedepan dirinya dan pasangannya (Hugua-red) akan membahas bagai mana mengsolidkan semua barisan relawan dan partai pengusung.

“Rencana setelah pendaftaran Calon Gubernur,” tutupnya.(*)

Pin It on Pinterest