Peliput: Zaman Adha — Editor: Ardi Toris

BAUBAU, BP – Bangunan baru di Pasar Wameo hingga kini belum ditempati pedagang. Pasalnya peresmian bangunan berwarna biru itu belum dapat dilaksanakan akibat pandemi Covid-19.

Plt Kadisperindag Kota Baubau Muhammad Rais mengatakan bangunan yang didirikan dengan dana APBN ini sudah direncakan akan diresmikan bulan Maret. Hanya pada saat dikoordinasikan ke Kementerian Perdagangan, pihaknya diberikan dua opsi yakni peresmian dan syukuran.

“Kalau peresmian itu berarti mendatangkan orang dari pusat menyaksikan peresmian. Kemudian juga memang gejala covid-19 kita tidak mungkin undang orang banyak,” katanya.

Untuk status bangunan itu sudah diserahkan, tinggal menunggu waktu untuk memindahkan pedagang ke dalam bangunan. Pemindahan pedagang juga belum dapat dilaksanakan, karena akan mengumpulkan orang banyak.

“Belum ada jadwal pasti, karena kita masih lihat situasi. Tinggal tunggu waktu untuk masukkan pedagang itu. Kalau pemindahan pasar itu pasti ramai, maka itu yang kita hindari saat covid ini,” ujarnya.

Meski begitu pihaknya sudah mulai melakukan penataan-penataan, termasuk mendata para pedagang yang akan menempati bangunan tersebut.

Tidak hanya penyerahan bangunan ini yang terkendala, pihak Disperindag juga terpaksa meniadakan pasar murah tahun ini, karena adanya pandemi Covid-19. Meski begitu pihaknya telah melakukan pemantauan harga harian untuk melihat lonjakan harga di pasar.

Terkait bangunan baru Pasar Wameo, terdiri dari kios dan los. Kios umumnya digunakan untuk pedagang sembako dan pakaian, sedangkan los digunakan untuk penjual sayuran.

Tidak hanya bangunan biru tersebut, terdapat pula bangunan lainnya bercat orange yang belum ditempati pedagang. Meski sudah lama diresmikan namun bangunan itu belum digunakan, karena menunggu penggunannya bersamaan dengan bangunan pasar baru yang berwarna biru.

“Bangunan itu untuk pedagang daging dan sayuran. Jadi kami melihat pasar itu adalah prototype ada keseragaman dari pusat untuk itu,” urainya. (**)

Pin It on Pinterest