BAUBAU, BP- Akhir tahun 2019, penggunaan alat kontrasepsi dalam program Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan Bungi Kota Baubau mencapai 82 persen.

Hal itu terus digenjot guna meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk.

Koodinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Bungi Hasna saat dikonfirmasi Baubau Post, Senin (30/12) mengungkapkan, berdasarkan data bulan November 2019 jumlah pasangan usia subur (PUS) yang mengikuti program KB sebanyak 951 PUS dari 1350 KK.

” Untuk sekarang yang sudah masuk PUS KB di Kecamatan Bungi sebanyak 951 pengguna dari 1350 KK sampai bulan November,” jelasnya.

Adapun rincian jenis KB yang digunakan yakni, jenis KB Ayudi sebanyak 21 orang, Metode Operasi Wanita (MOW) sebanyak 59 orang, Metode Opratif Pria (MOP) 1 orang, KB Implan sebanyak 150 orang, BK Suntik sebanyak 424 orang, dan KB Pil sebanyak 250 orang. Kemudian, jumlah masyarakat yang belum mengikuti program KB sebanyak 354 orang.

Melihat hasil capaiannya, kata Hasna, persentase pengguna KB ditahun 2019 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan persentase tahun 2018 lalu.

” Perbandingan antara tahun 2018 dengan 2019 bisa dikatakan meningkat dengan alasan peningkatan pemakaian KB aktif lebih banyak dari tahun 2018, karena di tahun 2019 banyak yang ber-KB hanya untuk berganti cara pemakaian alat KB,” pungkasnya. (#)

Peliput: Nelvida A

Pin It on Pinterest