• Mengitari Benteng Keraton Buton Sepanjang 3 KM Dengan Talang Berisi Makanan Khas Buton

BAUBAU, BP- Pesta adat peka kande-kandea yang digelar Pemkot Baubau dalam rangka menyambut yang mulia para raja dan sultan dalam ajang Festival Keraton Masyarakat Adat Asean VI (FKMA) Polima mendapatkan rekor dunia dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), Selasa (20/11).

Menurut perwakilan managemen MURI Triono, pemberian rekor dunia itu didasarkan pada makanan khas yang disajikan Pemkot Baubau dalam pesta adat peka kande-kandea merupakan sajian khas yang diyakini pihak MURI tidak ada di daerah lain.

“Indikator lainnya pula bahwa setelah kami melakukan verifikasi di lapangan rupanya kegiatan ini dilakukan di Benteng Keraton Buton yang merupakan benteng terluas di dunia. Kegiatannya dengan menyajikan talang berisikan makanan khas buton sepanjang lebih kurang 3000 meter atau setara dengan 3 kilometer,” ucap Triono, ketika di wawancarai Baubau Post, Selasa malam (20/11).

Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH saat berfoto bersama Raja-raja dan Sultan anggora FKMA Asean

Dia menilai pemberian rekor dunia dari MURI ini sangat pantas diberikan karena ini juga merupakan aksi nyata dari pihak Pemerintah Kota Baubau dalam menanamkan nilai-nilai budaya Buton dan mempopulerkannya di mata dunia.

Pihak Managemen MURI memberikan piagam rekor dunia MURI kepada Walikota Baubau DR HAS Tamrin MH dampingi Ketua Umum Forum Silarahmi Keraton Nusantara dan Masyarakat ASEAN (FKMA) yang mulia Paduka Gusti Sultan Sepuh 14 Keraton Kesapuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arif Natadiningrat SE, Sekda Kota Baubau Dr Roni Muhtar dan disaksikan oleh raja dan sultan se nusantara dan ASEAN di Restoran Lakeba, Kota Baubau.

Sekda Kota Baubau Roni Muhtar mengucapkan terimakasih kepada pihak MURI yang telah melakukan verifikasi lapangan dan membuahkan hasil terpecahkannya rekor dunia terkait pesta adat peka kande-kandea. “Ini pula merupakan hadia spesial bagi Walikota Baubau Dr HAS Tamrin yang kebetulan hari ini berulang tahun yang ke-67 tahun,” ucapnya.

Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH yang sangat terharu menerima piagam rekor dunia dari MURI atas pagelaran pesta adat peka kande-kandea sepanjang 3 kilometer dengan mengelilingi Benteng Keraton Buton mengatakan, yang lebih spesial dari pencapaian rekor dunia ini adalah penyerahan piagamnya disaksikan oleh raja dan para sultan se nusantara bahkan sampai ke ASEAN.

“Alhamdulilah semua ini bisa kita raih berkat dukungan dari seluruh masyarakat Kota Baubau dan juga doa para raja dan sultan se nusatara dan se ASEAN. Pemecahan rekor dunia ini memang sangat unik, sebab dilaksanakan di benteng terluas di dunia dan dihadiri para sultan dan raja se ASEAN, tidak hanya raja dan sultan se nusantara. Kan ada dari Malaysia, Philipina, Korea dan Thailand, bahkan dari Rusia juga ada. Mungkin kita tidak bisa meraih pemecahan Rekor Muri bila tidak dilaksanakan di Benteng Keraton Buton. Atau kalau dilaksanakan di benteng belum tentu dihadiri para sultan se nusantara dan ASEAN,” ucapnya.

Dr HAS Tamrin mengatakan bahwa peritiwa bersejara dengan mendapatkan rekor MURI yang bertepatan dengan hari ulang tahun kelahirannya tidak diatur atau sengaja distel waktunya. “Semua terjadi secara kebetulan dan karena managemen alam. Karena itu saya mengucapkan terimakasih kepada managemen MURI dan pencapaian prestasi ini saya persembahkan dan dedikasikan untuk masyarakat Kota Baubau,” katanya.
Walikota Baubau itu juga menyatakan prestasi ini bisa terwujud karena nilai-nilai budaya yang dicetuskan para leluhur Buton masa lalu bisa diterapkan dalam kehiduopan sehari-hari yaitu yang dikenal dengan Polima. “Itulah yang saya pegang selama masa kepemimpinan saya. Sehingga banyak sekali penghargaan yang kita dapatkan dari pemerintah pusat. Misalnya ketika saya belum memimpin, Baubau ini tidak pernah WTP bahkan disklaimer. Lalu kita juga mendapatkan Adipura 4 kali berturut-turut, penghargaan kota sehat dua kali, penghargaan kota peduli tiga kali, pokoknya banyak sekali kita dapat.

Dia juga mengucapkan terimakasih kepada aparat birokrasi Kota Baubau yang sudah mendukung dan mensukseskan sepenuhnya kegiatan FKMA dan pesta adat peka kande-kandea di Baubau. Ucapan terimakasih khusus pula dia sampaikan kepada sesepuh Kesultanan Cirebon.

Doktor ilmu pemerintahan itu mereplay ingatannya 8 tahun lalu, ketika itu para sultan dan raja juga datang ke Baubau dalam kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN). Saat itu, Dr HAS Tamrin belum menjadi Walikota Baubau tetapi baru sebatas menjadi calon Walikota.

“Kita makan di sini juga lalu saya di doakan oleh para sultan dan raja uyang hadir. Katanya kita doakan Pak Tamrin saja yang jadi Walikota Baubau. Kemudian saya kampanye dan saya menang di Pertarungan Walikota Baubau periode 2013-2018. Lalu saya ditelepon salah seorang yamg mulia, katanya kan kita sudah menang Pilwali, kapan Pak Tamrin dilantik kita diundang juga. Saya bilang saya tidak tahu alamat masing-masing. Jadi kita kirim undangan itu lewat Whatsapp saja, tapi pada datang semua juga,” katanya menceritrakan.

Diakhir sambutannya, DR HAS Tamrin mengulangi lagi bahwa semua prestasi yang diraih Kota Baubau dibawah kepemimpinannya berkat gema dari implementasi Polima. Dia berharap gema itu bisa berimbas pada kemajuan budaya dan kemajuan ekonomi Kota Baubau. Begitupula imbasnya terhadap hubungan baik dengan daerah-daerah sekitar termasuk dengan negara-negara tetangga.

LAPORAN: ARDI TORIS

Pin It on Pinterest