– Operasi Cipkon Anoa 2017

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Pada operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Anoa 2017, Polres Wakatobi berhasil mengamankan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menjadi pengedar obat terlarang jenis PCC

Kapolres Wakatobi, AKBP Hadi Winarno, melalui Kasubag Humas, AKP Saharudin saat ditemui Baubau Post (07/12) mengungkapkan, berdasarkan pengembangan informasi yang diterima, pihknnya berhasil mengamankan seorang IRT. Akan tetapi pelaku sedang hamil maka pihaknnya tidak melakukan penahanan.

“Di Polres Wakatobi juga tidak memiliki kamar sel khusus ibu hamil. obat PCC itu sedang diperiksa atau diuji di laboratorium Balai POM Kendari,” jelasnya.

Operasi Cipkon yang berlangsung diseluruh wilayah hukum Polres Wakatobi itu berlangsung sejak 21 November hingga 21 Desember 2017, dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) yang aman dan kondusif jelang pilkada dan pilgub serentak 2018 nanti.

“Operasi Cipkon ini sasarannya yakni senjata tajam (sajam), minuman keras (miras), narkotika dan obat-obatan (narkoba), handak, senjata api (senpi) dan premanisme yang terdiri dari jambred dan begal),” ungkapnya

Lanjutnya, pelaksanaan operasi Cipkon Anoa 2017 terbagi dua tahap, dimana setiap tahap mempunyai durasi waktu. Dalam tahap pertama pihaknya berhasil mengamankan beberapa orang pelaku pelanggar serta barang bukti (BB).

“Tahap pertama dimulai sejak 21 November – 5 Desember 2017. Untuk tahap dua dimulai 7 Desember – 21 Desember 2017. Dalam operasi tahap pertama kita mengamankan beberapa pelaku yang membawa sajam, miras tradisional sebanyak 640 liter di Tomia Timur dan saat ini sedang dilakukan penahanan untuk menjalani serangkaian penyidikan,” kata Saharudin.

Saharudin menambahkan jika para pelanggar serta barang bukti yang terjaring dalam operasi Cipkon Anoa 2017 itu akan terus ditindak sesuai hokum berlaku. “Pelanggar dan barang bukti akan dikenakan undang-undang darurat,” pungkas Saharudin.(*)

Pin It on Pinterest