Komnas HAM: Kepala Daerah Peraih Penghargaan Harus Pertahankan Prestasi

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU,BP– Kota Baubau meraih piala dan piagam penghargaan Kota Peduli HAM yang ketiga kalinya dari Kemenkum HAM RI. Penyerahanya dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) se dunia ke 69, di Kota Solo, dan dihadiri Presiden ke-7 Ir Joko Widodo.

Pejabat Pemkot Baubau saat menerima penghargaan Kota Pebduli HAM (2)

Di Provinsi Sultra ada 10 daerah yang mendapat penghargaan itu yaitu Kota Baubau, Kolaka, Kendari, Kabupaten Buton, Buteng, Busel, Butur, Wakatobi Konsel, dan Konkep. Sementara total daerah penerima penghargaan peduli HAM tahun 2017 yaitu 360 daerah terdiri dari 328 kabupaten/kota dan 32 provinsi.

Walikota Baubau Dr H AS Tamrin mengucapkan terimakasih kepada Kementrian Hukum dan HAM yang telah memberikan piala dan penghargaan bagi Kota Baubau untuk yang ketiga kalinya dimana pertama kali Baubau mendapatkan penghargaan ini pada tahun 2015 dan yang kedua kalinya tahun 2016

“Indikatornya kan banyak untuk dapat penghargaan ini, salah satunya adalah adanya keterlibatan gender dan pembangunan yang dilakukan Pemda mengandung prinsip-prinsip HAM misalnya kita senantiasa menciptakan kondisi aman, tentram, dan pembangunan yang berkeadilan sosial,” jelas AS Tamrin.

Walikota Baubau bersahaja itu mengatakan meskipun di Baubau ada riak-riak pertengkaran antar kampung, tapi itu mudah diredahkan dan dicegah agar tidak berlarut-larut apalagi melebar konfliknya sampai ke mana-mana.

Dia pun berjanji dengan adanya penghargaan Kota Peduli HAM ini maka pihaknya akan terus membangun daerah ini secara berkelanjutan dengan menerapkan prinsip-prinsip HAM.

Ketua Komisioner Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan hak asasi manusia merupakan hak kodrati yang dimiliki manusia yang haris dilindungi, dihormati, dan diperjuangkan. Dia terus berharap bahwa Pemda harus membangun dengan berpatokan pada konsep berwawasan HAM.

“Komnas HAM bekerjasama dengan Kementrian Hukum dan HAM agar Pemda bisa mewujudkan pembangunan berwawasan HAM itu. Artinya kalau ada gangguan di daerah maka harus dapat dicegah atau diselesaikan agar tidak meluas sampai ke tingkat nasional,” ucapnya.

Ahmad Taufan mengatakan Komnas HAM mengapresiasi pemerintah dengan menginisiasi adanya program Kota/Kabupaten Peduli HAM dengan memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang membangun daerah dengan prinsip-prinsip Kota HAM.

“Juga komnas HAM memberikan apresiasi kepada Presiden RI Pak Jokowi karena hari ini telah hadir bersama di Solo untuk memperingati hari HAM dan program HAM ini juga tertuang dalam Nawacita Jokowi,” jelasnya.

Diakhir sambutannya Komnas HAM mengucapkan selamat kepada para kepala daerah yang telah memperoleh penghargaan daerah Peduli HAM tahun 2017 semoga prestasi ini bisa terus dipertahankan, “Dan teruslah membangun sesuai dengan prinsip-prinsip HAM,” tutupnya. (*)

Pin It on Pinterest