• Proposal Usulan Dirubah ke Perumahan Pariwisata

BAUBAU, BP – Realisasi perumahan nelayan di Palabusa dipastikan batal. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Baubau akan mengganti proposal usulannya menjadi perumahan pariwisata.

Menurut Kepala DPKP Kota Baubau, Yulia Widiarti, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), namun untuk pengusulan perumahan nelayan belum dapat direalisasikan. Pemerintah saat ini tengah menggenjot sektor pariwisata.

“Sebenarnya kita salah satu daerah di Sultra yang memang diprioritaskan untuk itu (perumahan nelayan). Setelah kita konsultasi lagi, untuk rumah nelayan belum dikeluarkan lagi. Yang diprioritaskan sekarang itu rumah daerah pinggiran dan kawasan wisata,” katanya saat ditemui pekan lalu.

Meski proposal usulannya akan dirubah, namun lokasi pembangunan perumahan pariwisata tersebut akan tetap dilaksanakan di Palabusa. Pihaknya menilai, Palabusa merupakan kelurahan yang cocok untuk pengembangan kawasan pariwisata di Kota Baubau.

“Kebetulan lahannya kita sudah ada, tinggal kita alihkan. Kami juga disampaikan dari kementerian agar dirubah proposalnya usulannya itu. Kita lebih fokuskan Palabusa itu ke kawasan wisata, maka diberilah bantuan rumah-rumah itu tadi,” jelasnya.

Fungsi rumah tersebut kata Widiarti, dapat mendukung kawasan wisata yang diperuntukkan bagi masyarakat setempat. Dimaksudkan dengan rumah tersebut, mendorong masyarakat untuk memiliki usaha dalam hal pengembangan pariwisata.

“Intinya mendukung untuk wisata yang ada di kelurahannya. Kami mendukung dari sisi rumahnya,” terangnya.

Rumah tersebut sama saja dengan perumahan nelayan, hanya berbeda dari segi peruntukannya. Terdapat sekitar 50 rumah yang akan dibangun, dengan anggaran mencapai Rp 130 juta per rumah.

Peliput: Zaman Adha

Pin It on Pinterest