– Tenaga Pendidik Diharap Sabar

Peliput: Darson

BURANGA,BP – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Buton Utara (Butur), Agus Pria Budiana mengharapakan kepada ratusan tenaga pendidik di daerah tersebut untuk bersabar menunggu realisasi tunjangan profesi guru (TPG) atau sertifikasi yang tersisa satu bulan pada tahun 2016 lalu.
Dimana, seyogyanya terbayar full di triwulan IV tahun 2016 lalu, akan tetapi para pahlawan tanpa tanda jasa itu, baru menerima tunjangan profesinya di bulan Oktober dan November, sementara Desember 2016 belum terbayarkan. Jika ditotal jumlah tunjangan profesi yang diperuntukan bagi guru di Buton Utara disemua jenjang yang belum terbayarkan mencapai Rp 1,7 miliar.
“Masih ada Rp 1,7 miliar tunjangan profesi yang diperuntukan bagi ratusan guru disemua jenjang di Buton Utara belum terbayarkan untuk tahun 2016 lalu. Tak bisa dihindari semua tenaga pendidik yang tercatat sebagai penerima TPG mengeluhkan hak mereka belum terbayarkan secara full untuk triwulan IV tahun lalu dan ini tak seperti biasanya. Tapi, saya harap mereka harus bersabar untuk menunggu pembayaran satu bulannya itu,” kata Agus ketika ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (13/1).
Tidak terbayarnya tunjangan profesi guru untuk satu bulan pada triwulan IV, beber pria yang pernah menjabat Camat Bonegunu ini merupakan imbas anggaran yang diporsikan untuk TPG Buton Utara tak cukup diakhir tahun lalu. Hal yang sama dialami pula guru di kabupaten lain. Dimana pembayaran tunjangan profesi mereka masih tersisa satu bulan pula, belum terbayarkan oleh pemerintah.” Sepengetahuan saya itu kebijakan dari Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Meskipum demikian tambah Agus, para guru jangan berkecil hati. Sebab, rencananya Kementerian Keuangan Republik Indonesia bakal merealisasikan pembayaran sertifikasi guru yang belum tuntas pada tahun 2017 ini. Suratnya pemberitahuan dari lembaga yang dinahkodahi Sri Muliyani itu telah dikantongi pihaknya.
“Surat sudah ada dari Kemenkeu terkait pembayaran tunjangan itu. Makanya, setelah pelantikan perangkat nanti, saya akan ambil gerak cepat untuk berkoordinasi dengan Kemenkeu dan Kemendikbud untuk membicarakan hal ini,” imbuhnya. (*)

Pin It on Pinterest