Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Masjid Baitus Sholihin yang terletak di desa persiapan Lantogalalo Tampunabale Kecamatan Pasikolaga, resmi digunakan setelah Bupati Muna LM Rusman Emba memotong pita dan manandatangani prasasti di masjid tersebut.
Walau secara fisik dinyatakan layak untuk beribadah namun tentu masih banyak kekurangan yang menyertainya. Masjid Baitu Sholihin masih butuh perlengkapan untuk menjadi tempat ibadah yang nyaman.
Kekurangan ini memantik pergerakan sedekah dari yang berkemampuan. Dimotori Sekda Muna Nurdin Pamone, penggalangan dana bantuan pembangun akhirnya digelar. Beberapa kepala SKPD yang kebetulan hadir diminta pertanggung jawabannya untuk sedekah. Setiap pimpinan SKPD disebut namanya untuk menyebutkan jumlah sumbangan pada saat itu juga. Nilainya beragam mencapai jutaan rupiah.
Penggalangan dana ini tak tekecuali anggota DPRD Muna yang hadir dan beberapa dari relasi kerja. Walau tak mencukupi semua kekurangan yang diperkirakan mencapai ratusan juta, namun rupiah yang terkumpul bisa mengurangi beban pembangunan masjid.
Bupati Muna dijadwalkan meresmikan masjid sebelum sholat Jumat. Meski ada beberapa kendala, namun jelang akhir khutbah Jumat orang nomor satu di Muna ini datang untuk mengikuti hajatan usai Sholat Jumat.
“Masjid sangat penting, segala hal yang besar dibangun karena keyakinan. Semakin besar keyakinan kepada Allah maka semakin besar yang bisa kita lakukan,” kata Rusman
Ia berharap masjid ini digunakan sebagai sarana meningktakan keilmuan dalam hal keagamaan. Rusman juga menjawab cara bepikir liar yang berkecamuk diwilayah tersebut, khususnya terkait persolan pesta politik yang baru saja diselenggarakan.
Menurut Rusman bukan saatnya lagi bicara politik. Politik baginya itu hanya pintu masuk. “Anggaplah kelemahan mereka dalam berpikir,” kata Rusman saat memberi sambutan pada peresmian masjid Baitus Sholihin, jum’at (3/2/2017)
Sementara Camat Pasikolaga Haidar menyambut gembira datangnya pimpinan ini. Dirinya paham betul untuk tiba ditempat tersebut bukanlah perkara mudah mengingat harus menyeberang lautan dengan cuaca sedikit ekstrim.
Namun berkat tekad dan kemauan akhirnya Bupati bisa hadir ditengah-tengah masyarakat. Olehnya itu dirinya sangat mengapresiasi atas kesediaan mantan anggota DPD RI ini untuk bersusah payah hadir menemui rakyatnya.
“Saya mengutip pesan ustaz tadi bahwa jangan sampai banyak masjidnya tapi orangnya kurang. Ini merupakan bentuk ketaatan kita terhadap allah,” ucap Haidar.
Ditempat yang sama ketua panitia La Haafi mengatakan, hadirnya masjid ini merupakan buah tangan dari masyarakat setempat. Masjid terbangun dari sumbangan oleh beberapa pihak. La Haafi menyebut siapa saja dontur yang berjasa hingga berdirinya tiang, atap, lantai dan tembok masjid tersebut. (*)

Pin It on Pinterest