• Sumber Bantuan Dari Kemenparekraf

Peliput: Prasetio M — Editor: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Secara simbolis Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH menyerahkan bantuan kepada 156 pelaku Pariwisata dan Ekonnomi Kreatif (Parekraf) yang tersebar di delapan Kecamatan di Kota Baubau. Bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupa Bantuan Lauk Pauk Siap Saji (Balasa).

Dr Has Tamrin MH dalam sambutannya mengapresiasi bantuan kepedulian dari Kemenparekraf kepada para pelaku Parekraf yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Kota Baubau.

Walikota Baubau saatemberikan sambutan saat pemberian bantuan Kemenparekraf kepada para pelaku wisata Kota Baubau Foto Prasetyo M–BaubauPost

” Jangan dilihat dari jumlahnya tapi lihat dari sisi kepeduliannya dari Kementerian Pariwisata. Dan itu juga bentuk silaturahim Dinas Pariwisata Kota Baubau bersama para pelaku wisata,” kata AS Tamrin.

Dikatakan, penyerahan bantuan dari kementerian dilakukan berdasarkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, pakai masker dan dan menjaga jarak.

Menurutnya, melalui penerapan protokol kesehatan dalam segala aktifitas adalah cara untuk memutus rantai pemyebaran Covid-19 tak terkecuali para pelaku wisata di Kota Baubau.

” Ini juga dilakukan berantai dalam pelaksanaan memberikan pelayanan kepada wisatawan, jangan lupa selalu menerapkan protokol kesehatan. Ini juga untuk menjaga diri kita termasul lawan interaksi kita, keluarga kita, saudara kita, teman kita,” imbaunya.

Ia berharap, bantuan yang diterima dapat tersalurkan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku wisata di Kota Baubau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Ali Arham mengatakan untuk penerimaan bantuan Kemenkraf di Provinsi Sultra hanya tiga daerah yakni, Kendari, Wakatobi dan kota Baubau.

” Jumlah penerima di Kota Baubau itu 156 orang yang terdiri dari Karyawan hotel, restoran, himpunan pramuwisata, pengelola objek wisata, yang selama ini mereka terdampak,” kata Ali Arham.

Ia mengatakan nama penerima bantuan telah melalui seleksi dari kementerian, sehingga pihaknya hanya menerima dan menyalurkan. Masyarakat Baubau sebelumnya juga sudah menerima bantuan dari Kementerian Sosial, baik melalui APBN dan APBD.

” Mungkin dilihat mereka ini belum tersentuh oleh bantuan, maka di sentuhlah melalui kegiatan ini,” ungkapnya. (**)

Pin It on Pinterest