• La Ode Ahmad: Seluruh OPD Mampu Merealisasikan Program Kerja Tahun 2020

Kendari.BP – Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2019, naik sebesar dua persen dari tahun sebelumnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sultra La Ode Ahmad menginginkan agar seluruh Organisasi Perangkat daerah Pemprov Sultra mampu melaksanakan program yang telah di anggarkan tahun 2020.

Hal ini diungkapkannya saat memimpin Rapat Koordinasi, Evaluasi Dan Pengendalian Pembangunan Semester II Tahun 2019, di Aula salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (03/12).

“ Forum pada siang hari ini, saya kira mengantarkan kita semua untuk diingatkan kepada seluruh rekan-rekan yang bekerja kepada unit organisasi masing-masing yang sudah merencanakan program, untuk bagaimana memberikan progres uptudate, seperti apa realisasi pelaksanaan anggaran, maupun pencapaian fisik dari program yang sudah dilaksanakan sesuai dengan budgeting yang sudah dianggarkan tahun 2019,” ujar La Ode Ahmad dalam sambutannya.

Sementara itu di kegiatan yang sama, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Dra H. Isma M.Si, dalama pemaparannya menjelaskan, jika realisas SP2D penyerapan APBD Tahun Anggaran per 30 November Tahun 2019, sebesar RP.3,482 Triliun atau 78,02 Persen. Angka ini bergerak naik dibanding Tahun Anggaran 2018, sebesar RP.3,027 Triliun atau 76,97 Persen.

“ Tapi tahun tahun sebelumnya penyerapan anggaran kita kecil, tapi alhamdulilah bulan November ini dibandingkan tahun yang lalu naik dua digit, dibulan yang sama november dari 76,97 persen itu naik november 78,02 persen ditahun 2019,” ungkap Isma dalam pemaparannya.

Dikatakan walaupun anggaran tahun ini terealisasi naik, namun saat ini ada 5 (Lima) SKPD yang daya serapnya masih tergolong rendah diantaranya, Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Dinas Perumahan Rakyat hanya sebesar 64,30 persen, Dinas Cipta Karya 65,49 persen, Dinas Bina Marga 66,95 Persen, Badan Pendapatan Daerah 67,80 Persen, Dinas Sosial 69,50 persen.

Dan ada 5 (Lima) SKPD yang daya serapnya Tinggi yakni, Kepala Daerah (KDH) dan Wakil Kepala Daerah (WKDH) mencapai 97,57 persen, sekretariat DPRD 90,71 Persen, Dinas Penanaman Modal 89,99 Persen, Dinas Kependudukan dan Capil 88,60 Persen, Dinas Pemuda dan Olah Raga 87,31 Persen.

“ Kenapa saya katakan tadi masih banyak uang dikas dibanding tahun lalu, karena APBD tahun lalu (2018) hanya berkisar 3,932 Triliun anggaran perubahan, tahun ini (2019) 4,463 Triliun setelah perubahan, jadi walaupun naik sedikit uang masih tersimpan,” urainya.

Dipaparkan dalam data realisasi dalam data sebelumnya penyerapan Anggaran Tahun 2017 mencapai 76,09 persen,dan naik menjadi 76,97 persen ditahun 2018, dan bertambah naik menjadi 78,02 persen ditahun 2019.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Sultra Drs.Suharno M.Tp menambahkan untuk progres tahun berikutnya, saat ini baru 22 OPD telah menayangkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) TA 2020 dan sesuai dengan anggaran belanja langsung. Ada 14 OPD yang telah tayang namun belum sesuai anggaran belanja, serta 10 OPD lainnya belum menayangkan pengumumannya.

“ Jadi bagian saya ini sekilas info saja, kalau tadi bu isma menyampaikan serapan 2019, saya menyampaikan sekilas info terkait yang 2020,yang berdampak terhadap penyerapan anggaran 2020,”urai Suharno dalam sambutannya.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dihadiri Seluruh Asisten,dan Pimpinan OPD ,Kepala Badan,serta Kepala Biro Pemda Sultra,selain melaksanakan diskusi capaian dan permasalahannya,dalam rapat ini juga dipaparkan beberapa evaluasi Progres pelaksanaan Tahun Anggaran (TA) 2019 dan Perencanaan umum pengadaan Tahun Anggaran (TA) 2020.

Peliput : Risnawati

Pin It on Pinterest