Kapolres Baubau bersama Walikota Baubau dan sejumlah tamu undangan saat melakukan pengecekan kesiapan pasukan Apel Operasi Yustisi

  • Walikota AS Tamrin Apresiasi Operasi Yustisi

Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Tekan penyebaran Covid-19 di wilayah hukumnya, Polres Baubau menggelar Apel Pasukan Operasi Yustisi penggunaan masker. Kegiatan apel ini juga merupakan bentuk kesiapan Polres Baubau bersama pemerintah dan sejumlah pihak dalam menjalankan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020, tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19s Serta intruksi Mendagri Nomor 4 tahun 2020, tentang pedoman tehnis penyusunan peraturan Kepala Daerah dalam penerapan Disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Kapolres Baubau bersama Walikota Baubau dan sejumlah tamu undangan saat melakukan pengecekan kesiapan pasukan Apel Operasi Yustisi
Kapolres Baubau bersama Walikota Baubau dan sejumlah tamu undangan saat melakukan pengecekan kesiapan pasukan Apel Operasi Yustisi

Hal itu itu diungkapkan oleh Kapolres Baubau, AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari saat menyampaikan amanat pada apel gelar pasukan operasi Yustisi, Senin (14/09).

” Ditengah penyebaran virus Covid-19, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 9 tahun 2020, tanggal 1 September 2020, tentang pedoman penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19, serta Pemerintah Kota Baubau berinisiatif membuat Peraturan Walikota Baubau Nomor 35 tahun 2020, tentang percepatan penanggulangan Covid-19 di Kota Baubau tanggl 14 Agustus 2020,” kata AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari.

Dikatakan, perkembangan Covid-19 di wilayah hukum Polres Baubau masih cukup tinggi, sehingga diperlukan perhatian bersama melalui pendisiplinan, penertiban agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Berdasarkan update data Gugus Tugas Covid-19 Prov Sultra, data penyebaran kasus Covid hingga 12 September 2020 di wilayah Kota Baubau, Kabupaten Buton Tengah dan Kabupaten Buton Selatan sebanyak 446 orang, sembuh 341 orang, meninggal dunia 9 orang dan yang masih di rawat sebanyak 96 orang.

Dari data tersebut, kata AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari, pemerintah masih memperkirakan kasus penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Sultra, khususnya di wilayah hukum Polres Baubau di perkirakan akan terus bertambah. ” Intruksi presiden kepada setiap pimpinan daerah termasuk TNI Polri, untuk melaksanakan Operasi Yustisi. Operasi ini merupakan bagian dari program Indonesia sehat, yang diluncurkan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” terangnya,

Lanjut dikatakan, dengan dijalankan Operasi Yustisi masyarakat akan lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan di masa pandemik. Operasi ini dilaksanakan mulai tanggal 14 September hingga Oktober 2020 dan dilakukan secara mobile di tempat-tempat keramaian, seperti pasar, Tempat Hiburan Malam (THM), perkantoran hingga pemukiman warga.

” Pelaksanaan operasi tersebut memang tidak akan mudah, tapi pemerintah berharap masyarakat akan ikut membantu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, antara lain menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu, mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dengan air yang mengalir, pembatasan aktifitas fisik atau Physical Distancing dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam tahap awal pelaksanaan Operasi Yustisi bagi yang melanggar akan dikedepankan pemberian sanksi hukuman sosial, sebagai mana tercantup pada Perwali No 35 tahun 2020, pada pasal 11 yakni, bagi setiap orang yang masuk ke Kota Baubau dan tidak dapat menunjukan hasil rapid tes, tidak diperkenankan masuk ke wilayah Kota Baubau. Selanjutnya bagi masyarakat yang beraktifitas di jalan raya dan pada kegiatannya ditemukan tidak menggunakan masker akan dilakukan pemeriksaan Rapid Tes atau dikenakan sanksi sosial. Apabila pelanggar pada hasil rapid tesnya reaktif, maka akan dilakukan isolasi selama 14 hari.

Sementara di tempat yang sama, Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH mengapresiai operasi Yustisi yang dilakukan oleh Polres Baubau, dimana berdasarkan data dari Gugus Tugas Provinsi jumlah masyarakat yang terpapar semakin meningkat. Menurutnya peningkatan jumlah masyarakat yang terpapar dikarenakan kurang disiplinya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

” Pemerintah, tim Covid-19, Forkopimda sudah sedemikian rupa melakukan sosialisasi upaya, namun ujungnya kesusksesan memotong rantai penyebaran COvid ini adalah kesadaran masyarakat,” kata AS Tamrin.

Orang nomor satu di Kota Baubau itu juga menagatakan, jika beberapa waktu lalu pihaknya bersama-sama Polres Baubau melauching pembentukan tim Panther yang juga ikut mensosialisasikan dan mengawasi masyarakat agar sadar dalam menerapkan protokol kesehatan. Kali ini melalui operasi YUstisi, bagi masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan akan ditindak lebih tegas, melalui sanksi sosial.

” Jadi kita harapkan masyarakat, marilah kita bersama-sama bahu membahu semua pihak untuk menimbulkan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan dengan baik,” tutupnya (**)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

WA TINI, WARGA LIA MAWI, KAB WAKATOBI MENGAMUK KARENA TIDAK DAPAT BANTUAN TERDAMPAK COVID 19

Seorang Warga Wakatobi bernama WaTini mengamuk di Kantor Desanya karena tidak mendapatkan bantuan terdampak Covid-19. Wa Tini merasa dianaktirikan karena senmua jenis bantuan yang disalurkan tak satu pun yang dia dapatkan. Meja dan kursi dalam kantor pun menjadi sasaran amukannya.@BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest