Peliput: Anton Editor: Hasrin Ilmi

LABUNGKARI, BP – Sehari pasca pemungutan dan penghitungan suara pada pelaksanaan pilkada 2017 di Buton Tengah, tim dari pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 Ir H Abdul Mansur Amila MTP – Muh Saleh Ganiru SAg (Beramal Saleh) melapor ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Buton Tengah. Laporan tersebut diajukan oleh tim ‘Beramal Saleh’ atas dasar adanya dugaan pelanggaran Pilkada berupa ‘money politik’ dan intimidasi yang dilakukan oleh pihak lawan.

Amatan media ini secara langsung, proses pengajuan laporan ke Panwaslu dilakukan pada Kamis malam (16/2) kurang lebih pada pukul 20.25 Wita yang diwakilkan kepada tim advokasi ‘Beramal Saleh’ yakni Dian Farizka SH MH, Moin Tualeka SH, Ahmad Irwandi Lubis SH, Sofyan Kaepa SH, serta beberapa anggota tim lainnya.

Salah satu tim advokasi ‘Beramal Saleh’, Dian Farizka SH MH saat dikonfirmasi Baubau Post mengungkapkan, pihaknya merasa heran dan tidak menyangka paslon ‘Beramal Saleh’ tiba-tiba kalah saat penghitungan suara cepat melalui quick kount. Sementara, mengacu pada hasil survey yang dilakukan oleh tim beberapa hari sebelum pelaksanaan pilkada menunjukkan kemenangan yang signifikan di Buton Tengah.

“Kami tidak nyangka saja, kenapa tim Amal Saleh ini tiba-tiba kalah begitu, karena dari tim survey menangnya sangat signifikan di situ,” ungkap Dian Farizka.

Untuk itu, kata Dian, pihaknya menduga kuat bahwa pihak ‘Samatau’ telah melakukan tindak pidana money politik, dengan memberikan uang kepada tim suksesnya untuk dibagikan kepada para masyarakat pendukung.

“Timses Samatau atas nama La Rambo memberikan uang Rp 300 ribu kepada Lukman secara bertahap, yakni Rp 100 ribu di awal, dan di dekat pemilihan Rp 200 ribu,” tambahnya.

Kemudian Dian Farizka juga mengungkapkan, salah satu tim sukses ‘Samatau’ diduga telah melakukan tindakan intimidasi kepada salah satu pemilih pemula di SMK Swasta Lakina Limbo Kecamatan Sangia Wambulu, hal ini dilakukan oleh Wa Ode Isdayati guru di sekolah tersebut sekaligus juga ia adalah Panitia Pengawas Lapangan (PPL) yang ditugaskan di daerah tersebut.

Dari konfirmasi media ini dengan Dian Farizka, seorang siswi SMK Swasta Lakina Limbo bernama Meryanti telah bercerita bahwa ibu gurunya tersebut mengatakan kepadanya bila yang memilih paslon nomor 1 akan diuruskan beasiswanya, dan bagi yang memilih nomor 2 maka beasiswanya urus sendiri.

Menurut Dian Farizka hal ini telah melanggar Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada, serta Perbawaslu nomor 13 tahun 2016, yang akan berujung pada pidana. Ia memaparkan pula bahwa selain kasus dugaan money politik dan intimidasi tadi, pihak ‘Beramal Saleh’ akan melaporkan pula tentang penggelembungan suara yang terjadi di Kecamatan Mawasangka.

“Selain kedua hal tersebut, kami juga akan melaporkan penggelembungan suara yang ada di Kecamatan Mawasanga serta penggunaan surat keterangan yang tidak sesuai aturan,” ucap Dian Farizka.

Pihaknya juga sementar melengkapi berkas semua laporan, baik materil maupun formilnya sebelum tujuh hari pasca pemilihan, yang selanjutnya akan diserahkan ke Panwaslu Buteng agar ditindaklanjuti sesuai aturan.

Ketua Panwaslu Buton Tengah Helius Udaya SPd MA saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan yang telah dilakukan oleh tim advokasi ‘Beramal Saleh’, namun laporan yang diajukan pada Kamis malam (16/02). Menurut Panwaslu belum memenuhi syarat formil maupun materilnya, sehingga pihak ‘Beramal Saleh’ diarahkan agar semua persyaratan dilengkapi guna dapat diproses lagi lebih lanjut.

“Tadi malam itu laporan tentang ada beberapa warga, ada anak SMA yang diintimidasi di Kecamatan Sangia Wambulu, hanya laporan itu belum memenuhi syarat formil dan materilnya, jadi tadi malam diarahkan oleh Divisi Penindakan agar hari ini (Jumat, red) dilengkapi dan supaya hari ini juga bisa kita proses, maksudnya dikaji apakah layak apa tidak dinaikkan ditingkat yang lebih jauh, itu tadi malam,” ujar Helius Udaya.

Helius Udaya juga melanjutkan bahwa, unsur barang bukti telah terpenuhi, namun masih ada unsur lain yang harus dipenuhi berkaitan dengan syarat formil dan materil.

“Barang bukti sudah ada tadi malam, tapi yang lain juga belum, kami akan periksa dulu kelengkapan formil dan materilnya, kalau sudah memenuhi unsur itu, maka kemudian kami bisa lanjutkan ditingkat register data, selanjutnya dilanjutkan ketingkat proses pemeriksaan klarifikasi ke pihak-pihak terlapor dulu, saksi-saksi, dan kemudian pelapor, nanti kami akan sama-sama dengan tim Gakumdu (pihak Kepolisian dan Kejaksaan, red),” pungkasnya. (*)

Pin It on Pinterest