Peliput : Peasetio M

Editor: Hasrin Ilmi

Wa Ode Frida Vivi Oktavia SH

BAUBAU, BP – Setelah panggilan pertama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Baubau kepada enam orang Aparatur Sipil Negara (ASN) namun hanya dihadiri oleh tiga orang, kini Panwas kembali melayangkan panggilan kedua dan langsung dipenuhi tiga ASN lainnya yang diduga terlibat politik praktis jelang pemilihan Walikota (Pilwali) Kota Baubau.

Koordiv Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Baubau Wa Ode Frida Vivi Oktavia SH saat di konfirmasi Baubau Post (27/12) di ruang kerjanya membenarkan panggilan tersebut. Bahkan, ketiga ASN Sadidi SSos (Plt Dinas Kelautan dan Perikanan), Abdul Fatar SE MSi (Kepala BPKAPD) dan La Ode Sarafa (Kadis Ketahanan Pangan) memenuhi panggilan tersebut..

Dikatakan, usai proses pemanggilan ASN, pihak Panwaslu akan menyelenggarakan pleno terhadap dugaan terlibat politik praktis yang disangkakan, kepada enam ASN tersebut,Kamis (28/12). Waktu penanganan pelanggran, dilakaukan selama tiga hari setelah Panwaslu melakukan pleno temuan dugaan pelanggaran.

“Karena waktu itu pleno tanggal 25 Desember 2017, maka waktu pleno penetapan tanggal 28 Desember 2017,”kata Frida.

Sementara, untuk pembelaan adanya salah satu ASN yang tidak hadir pihaknya menyerahkan sepenuhnya terhadap pembuktian yang lain, apakah yang bersangkutan benar atau tidaknya hadir dalam acara tersebut. Sehingga pihaknya berupaya melakukan pemanggilan saksi, baik saksi terlapor di dugaan yang sama, maupun saksi dari Panwas kecamatan wolio yang menangani penanganan pelanggaran tersebut.

“Nanti kita akan lihat berdasarkan analisa, keterangan yang lainnya itu bagai mana dan nanti kita akan masukan dalam kajian,”jelasnya.

Dia menambahkan, selain Drs H La Ode Zulkifli, kelima ASN yang telah di panggil mengaku bahwa memang hadir dalam acara Maulid yang di laksanakan di Kelurahan Bukit Wolio Indah (BWI).(*)

Pin It on Pinterest