– Ketua Panwas: Kami Bekerja Maksimal

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Ketua Tim Advokasi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Buton Tenga Nomor Urut 2 Ir H Abdul Mansur Amila MTP – Saleh Ganiru SAg dengan jargon ‘Beramal Saleh’ Dian Farizka SH MH, menganggap pelayanan yang diberikan oleh Panwaslu Buton Tengah buruk dan tidak sesuai dengan pelayanan yang seharusnya diberikan dalam berdemokrasi.

Hal itu diungkapkan Dian Farizka berdasarkan kedatangan Tim Advokat ‘Beramal Saleh’ ke Kantor Panwaslu Buteng pada pada Sabtu (18/02) sore,untuk mengajukan laporan dugaan tindak pidana pemilu, yang dilakukan oleh Paslon Bupati dan Wakil Bupati Buteng Nomor Urut 1 Samahudin – La Ntau (SamaTau), namun tidak seorangpun Komisioner Panwaslu Buteng yang bisa ditemui di Kantor Panwaslu.

Menurutnya, Panwaslu seharusnya mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat untuk menerima aduan atau pelaporan terkait berbagai macam dugaan pelanggaran dalam pilkada.

“Kami mau laporkan dugaan tindak pidana pemilu, kami kesini sekitar pukul 16.00 Wita tapi Kantor Panwas tutup, ngga ada aktifitas sama sekali. Kemudian saya tanyakan kepada tetangga katanya ada di dalam tapi ngga ada orang,” tuturnya.

Dijelaskannya, Komisioner Panwaslu Buteng baru berada di Kantor Panwaslu sekitar pukul 20.20 Wita, sehingga diklaimnya hal ini melanggar prosedur pelayanan laporan dalam demokrasi.

“Nggak bisa dikatakan pelayanan yang baik sesuai dengan demokrasi, kita kan punya waktu 7 hari pasca pemilihan, jadi kita ini dituntut waktu untuk memberikan laporan. Kalau kita mau melapor terus nggak ada komisionernya, gimana kita mau melapor,” keluhnya.

Dilain pihak, Ketua Panwaslu Buteng Helius Udaya SPd MA mengklarifikasi masalah tersebut. Dijelaskannya, sejauh ini Panwas sudah bekerja secara maksimal, selain itu Panwas juga memiliki Standar Operasional Pekerjaan (SOP) yang selalu dijadikan acuan dan pedoman dalam bekerja.

“Kami di Panwas ini kerja maksimal, kemudian yang kedua kami juga punya SOP jam kerja kantor. Kalau Pemda Buteng kan lima hari kerja, seharusnya kami juga lima hari kerja, tapi saya tambah sampai enam hari kerja dari jam 08.00 Wita sampai 16.00. Jadi kalau jam-jam itu pasti kami layani, semua laporan kami cepat terima,” ucap Helius Udaya.

Ditambahkan, Panwaslu juga semestinya harus dipahami oleh para pelapor, apalagi laporan yang dimasukan pada Minggu yang merupakan hari libur. Oleh karena itu Panwas Buteng berharap agar para pelapor untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu terkait waktu kedatangannya, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Kita semua harus pahami, Minggu hari libur. Kami juga ada dikantor sampai jam 14.00 Wita tidak ada yang datang melapor, nah kalau ada yang datang melapor sudah sore ya kami juga kan mau istirahat, tidak mungkin mau tunggu-tunggu mereka. Harusnya kan ada konfirmasi, kami mau datang, bisa atau tidak, teman-teman ada di kantor atau tidak,” tandasnya.(*)

Pin It on Pinterest