BAUBAU, BP- Perayaan Nyepi di Kota Baubau tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tengah wabah Covid-19, maka umat Hindu di Kelurahan Ngkaring-karing harus merayakannya tanpa pawai ogoh-ogoh.

Selain itu, perayaan Nyepi juga dilaksanakan tertutup dan tidak dibuka untuk umum. Dalam rangka mencegah adanya kerumunan massa, berdasarkan surat edaran dari instruksi Pariwisata Hindu Darma melalui forum perkumpulan para suringge.

“Kalau untuk pengunjung yang datang untuk melihat tidak diizinkan kemudian kalau untuk ogoh-ogoh tidak diarak, sudah ada instruksi dari pariwisata Hindu darma lewat forum perkumpulan para suringe sudah disebarkan suratnya,” ungkap Lurah Ngkaring-karing I Ketut Sumirta ditemui, Selasa (24/03).

Ritual peribadatan Nyepi hanya dilakukan oleh tokoh-tokoh agama Hindu yang bertempat di tugu Ngkaring-karing. Pada saat ritual nantinya dilakukan seperti biasa tanpa menggunakan masker karena stoknya sudah langka.

“Ritual persembahyangan dilakukan sekitar 30 orang hanya khususnya untuk tokoh agama dan kami sudah mengatur jarak saat melakukan peribadatan,” terangnya.

Diketahui untuk persembahyangan secara umum dilakukan di rumah masing-masing. Masyarakat dari luar Ngkaring-karing juga dilarang untuk melakukan kunjungan pada saat perayaan.

Peliput: Nelvida A

Pin It on Pinterest