Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi optimis untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan anggaran tahun 2016. Saat ini Pemkab Wakatobi melalui masing-masing unit kerja sedang melengkapi laporan layaknya tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Wakatobi, H Kamalu, mengungkapkan jika berangkat dari pengalamanan dua tahun berturut-turut meraih WTP. Tentu rasa optimis untuk mempertahankannya sangat terbuka dengan menyiapkan seluruh laporan berbasis akrual.

“Kita harus optimis untuk bisa mempertahankannya. Kita akan kembali menyajikan yang terbaik, dan saat ini dimasing-masing unit kerja sedang menyiapkan laporan untuk kemudian direkap secara umum di BPKAD,” terang H Kamalu, di Wangi-Wangi Rabu (18/1).

Lanjutnya, dalam pemeriksaan lembaga terkait untuk menentukkan hasil penilaian baru akan dimulai diakhir bulan Maret 2017. Sehingga pihaknya menargetkan laporan per unit kerja untuk kemudian direkap bisa tuntas sebelum tiba waktunya.

Untuk bisa mempertahankan WTP tersebut, H Kamalu, menegaskan bahwa harus ada dukungan seluruh unit kerja. Dukungan dimaksud yakni dengan melengkapi seluruh laporan diminta seperti tahun sebelumnya.

“Mulai Januari 2017 ini kita sudah mulai melengkapi seluruh laporan, karena 31 Januari adalah batas akhir laporan per unit kerja di BPKAD. Karena per 31 Maret 2017 seluruh laporan unit kerja yang telah direkap sudah harus lengkap, karena batas akhir laporan ke BPKP Sultra,” katanya.

Sedangkan untuk seluruh kelengkapan laporan sudah diserahkan ke BPKP Sultra, maka pihaknya sisa menunggu hasil pemeriksaan. “April, Mei hingga Juni 2017 merupakan masa-masa BPKP melakukan pemeriksaan. Setelah itu BPKP merilis hasil apakah kita masih meraih WTP atau tidak. Namun yang jelasnya bahwa kita tetap menyajikan yang terbaik,” tambah Kamalu.

Untuk diketahui bahwa Kabupaten Wakatobi dimasa kepemimpinan Hugua, dua kali berturut-turut meraih WTP yakni Tahun 2014 dan 2015. Dan ditahun 2016 ini merupakan ujian pertama pemerintahan H Arhawi Ruda dan Ilmiati Daud untuk mempertahankan predikat WTP. (*)

Pin It on Pinterest