Peliput: Zaman Adha — Editor: Ardi Toris

BAUBAU, BP – Wakilwali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse memberikan jawaban terhadap pandangan umum fraksi DPRD terkait Raperda pertanggungjawaban APBD Kota Baubau tahun 2019, Rabu (24/06). Monianse ingin sektor PAD Kota Baubau lebih ditingkatkan.

Dalam pemaparannya, Monianse menjelaskan realisasi pendapatan tahun 2019, sebesar Rp 889,15 miliar. Jumlah ini meningkat Rp 10,86 miliar dibanding tahun 2018 sebesar Rp 817,29 miliar. Peningkatan ini antara lain dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 85,87 miliar yang meningkat 21,7 persen dibanding tahun 2018.

Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse bersama Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari Foto Zaman Adha–BaubauPost

“Ini menunjukkan adanya optimalisasi penarikan atau sumber pendapatan khususnya PAD yang meningkat 21,7 persen dibanding tahun 2018. PAD merupakan indikator kemampuan ekonomi dan kemandirian daerah,” katanya.

Meski sudah mengalami peningkatan, namun menurut Monianse sektor PAD akan terus ditingkatkan, baik melalui ketersediaan data, kajian akademik yang terukur, sarana prasarana maupun SDM yang kompeten.

Terkait dana bagi hasil pajak yang terealisasi 80 persen, Monianse mengatakan jika dana bagi hasil pajak tersebut berasal dari Pemprov Sultra triwulan I sampai III. Sementara untuk triwulan IV belum terealisasi dan menjadi piutang daerah.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai, alokasi anggaran Pemkot Baubau sudah efektif dalam mencapai target pembangunan. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi 6,59 persen, inflasi minus 0,56 persen, tingkat pengangguran terbuka 5,84 persen, tingkat kemisikinan 7,27 persen dan IPM 75,4 persen.

Meski begitu pihaknya menilai jika alokasi anggaran belum begitu efisien. Pasalnya realisasi belanja Kota Baubau tahun 2019 sebesar 90,85 persen, lebih rendah 5,15 persen dari batas minimum kewajaran belanja sebesar 95 persen. Sehingga dirinya menekankan agar perencanaan anggaran harus ditingkatkan lagi kualitasnya.

“Alokasi anggaran tahun-tahun mendatang harus ditingkatkan lagi, agar terwujud realisasi anggaran yang efisien dan efektif, serta nilai SiLPA pada tingkat yang wajar,” harapnya. (**)

Pin It on Pinterest