Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse ketika menghadiri rapat persiapan MTQ

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP-Peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kota Baubau secara tekhnis telah siap untuk berkompetisi dalam ajang MTQ tingkat Propinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal 21 September 2020 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Walikota Baubau yang juga sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) La Ode Ahmad Monianse pada rapat panitia, pelatih dan ovicial MTQ Kota Baubau di ruang Auditorium kantor Walikota Baubau Selasa, (15/09/2020).

Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse ketika menghadiri rapat persiapan MTQ
Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse ketika menghadiri rapat persiapan MTQ

Monianse mengungkapkan, peserta, pelatih serta ofisial Kota Baubau telah siap untuk menghadapi ajang tersebut. Namun, untuk bisa menampilkan hasil yang maksimal, maka dukungan dari pada Informasi Teknologi atau IT sangat di butuhkan. Pasalnya, sebagus apapun penampilan peserta dalam lomba tersebut jika tidak di dukung dengan IT yang memadai maka semua akan percuma juga segala persiapan serta latihan peserta selama ini.

Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan ber koordinasi dengan pihak-pihak terkait demi memaksimalkan persiapan dalam menghadapi ajang tersebut. “Pada prinsipnya seluruh peserta berdasarkan laporan dari para pelatih dan ovicial itu sudah siap. Namun untuk bisa menampikan hasil yang maksimal, maka kita sangat membutuhkan dukungan dari IT. Olehnya itu, secepatnya kita akan menyurat ke Perumtel untuk penguatan signal, untuk beberapa alat-alat audio vidio yang tidak ada di kita maka kita akan sewa. Karena kualitas penampilan pada akhirnya bukan hanya pada persoalan tekhnis tapi dukungan alat IT juga sangat menentukan”, ujarnya, sebagaimana dirilis Kominfo Baubau.

Mengenai peserta, orang nomor dua di Kota Baubau ini mengatakan, akan melakukan karantina. Pasalnya, dengan dikarantinanya peserta lebih mudah di koordinir dan di pantau serta lebih muda untuk dilakukan pembinaan-pembinaan sebelum lomba nati. Selain itu, dalam mobilisasi peserta pada lokasi lomba akan lebih mudah. “Andai kata di hotel tempat peserta ini di karantina tidak memiliki signal yang kuat untuk kita pasang alat, maka kita harus cari tempat lain untuk pemasangan alat itu agar peserta kita ini bisa ikut lomba dengan baik dan maksimal. Dan nanti kita mobilisasi untuk menuju lokasi pelaksanaan lomba ini. Mengapa penting untuk dilakukannya karantina, supaya satu malam sebelum pertandingan itu juga menjadi waktu yang penting untuk penguatan antara pelatih dan peserta ”, katanya.

Terkait dengan titik-titik lokasi pemasangan alat IT, Monianse belum bisa menentukan lokasi mana yang mau di gunakan. Pasalnya, dalam pelaksanaan lomba tersebut dibutuhkan 9 lokasi yang memiliki signal yang kuat, hal ini di karenakan dalam pelaksanaan lomba ada yang diselenggarakan secara bersamaan sehingga tidak bisa digunakan alat yang sama dengan lokasi yang sama. Ini juga menjadi kendala tersendiri, namun pihaknya tetap akan berusaha agar pesiapan tersebut bisa menjawab semua kebutuhan meskipun harus sewa alat.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

BUPATI BUTON LA BAKRY ‘HAMBUR’ 3000 MASKER DI PASAR SABHO DAN KALOKO

Pasca lima warganya positif corona, Bupati Buton La Bakry bersama wakilnya dan Forkopimda Buton membagikan masker sebanyak 3000 buah di Pasar Sabho dan Kalolo. masyarakat di dua pasar pun sangat antusias mendapatkan masker gratis dari Pemda Buton. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest