Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wakatobi, Abdul Rahim R, mengatakan dari 78 ribu wajib memiliki Elektronik Kartu Tanda Penduduk (KTP-el) di Kabupaten Wakatobi, masih ada sekitar 10 persen belum melakukan perekaman.
Terkait perekaman, Abdul Rahim, menjelaskan bahwa perekaman bukan saja untuk warga wajib KTP-el yang belum pernah melakukan perekaman. Namun warga wajib KTP-el yang sudah melakukan perekaman dan mengalami perubahan status tetap harus melakukan perekaman.
“Ada sekitar 10 persen wajib KTP-el belum melakukan perekaman. Namun bicara perekaman tentu tidak ada hentinya. Karena setiap warga yang mengalami perubahan status harus melakukan perekaman ulang. Contoh, warga yang tadinya belum menikah dan sudah melakukan perekaman tentu akan melakukan perekaman ulang jika sudah berstatus berumah tangga,” jelas Abdul Rahim, (22/11).
Kata Abdul Rahim, perekaman hingga saat terus dilakukan meskipun blangko KTP-el sementara kosong. Warga yang membutuhkan dokumen kependudukan seperti KTP-el untuk berbagai urusan, maka pihaknya mentaktisi dengan membuatkan bukti hasil perekaman sebagai bukti jika yang bersangkutan telah terdaftar sebagai warga Wakatobi wajib KTP-el.
“Blangko KTP-el sementara kosong, kemungkinan bulan Februari tahun 2017 baru ada. Namun perekaman kita terus lakukan dan sebagai bukti jika yang bersangkutan telah terdaftar sebagai wajib KTP-el maka kita bikinkan semacam bukti. Karena banyak urusan yang mengharuskan ada KTP-el,” kata Abdul Rahim.
Begitu pula Kartu Keluarga (KK), Abdul Rahim, mengungkapkan jika blangko sementara kosong namun proses penerbitan untuk warga yang mengurus tetap dilakukan. “Untuk blangko KK sementara kosong tapi menurut informasi sudah ada di provinsi dan sementara kita menunggu pendistribusian dari provinsi. Kalau blangko Akta Lahir, untuk saat ini aman,” tutup Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wakatobi. (***)