Site icon BAUBAUPOST.COM

Perlunya Penguatan Agama di Sekolah

Sekolah merupakan tempat pembentukan karakter anak didik selain di rumah. Proses pembentukan karakter seorang anak didik sangat diperlukan pendidikan agama. Meski sudah ada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), namun itu sangatlah kecil porsinya.

Maksudnya, harus ada tambahan pendidkan agama selain PAI. Misalnya pengajian, maupun peraturan sekolah lainnya yang bernuansa keagamaan. Kita perlu mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Baubau dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dengan menganjurkan setiap siswa laki-laki SD maupun SMP, menggunakan celana panjang ke sekolah. Sehingga tidak ada alasan bagi siswa untuk melalaikan kewajiban shalat saat berada di sekolah.

Meski terlihat seperti siswa MTs dan MI namun itu bukanlah masalah. Yang terpenting adalah pembinaan ahlah siswa akan jauh lebih baik. Dengan membiasakan siswa melaksanakan sholat sejak dini, akan terbawa hingga mereka dewasa.

Sangat tidak tepat jika sekolah hanya dijadikan tempat untuk menimba ilmu. Namun sekolah harus dijadikan tempat pembentukan karakter anak didik. Pendekatan agama merupakan cara efektif, karena melibatkan spritual anak yang dihubungkan dengan logikanya.

Ilmuwan ternama, Albert Einstein pernah mengatakan, “ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh”. Hal ini menunjukkan, antara ilmu dan agama harus seiring sejalan. Poin pertama menunjukkan dalam menjalankan perintah agama memerlukan ilmu agar benar pelaksanaannya. Sementara manusia yang memiliki ilmu juga harus memiliki ahlak agama yang baik, karena dikhawatirkan penerapan ilmunya kepada hal yang negatif.

Dalam hal ini, memerlukan tenaga pendidik yang dibekali ilmu agama. Misalnya guru matematika, tidak hanya toh mengajarkan matematika, namun yang paling baik menyisipkan ilmu agama disela-sela jam pelajarannya. Tidak salah jika seorang guru Bahasa Indonesia, menyerukan anak didiknya untuk melaksanakan sholat.

Inilah sebaik-baik guru, tidak hanya mengajarkan ilmu dunia, namun lebih dari itu peduli dengan ilmu akhirat.

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version