Site icon BAUBAUPOST.COM

Ingin Segel Dikmudora Busel, Malige Buton Raya Bentrok Dengan Sat Pol PP

F04.1 Massa unjuk yang ingin menyegel Dikmudora Busel bentrok denga Sat Pol PP

Massa unjuk yang ingin menyegel Dikmudora Busel bentrok denga Sat Pol PP

– Terkait Dugaan Pungli Dana BSM

Peliput: Amirul – Editor: La Ode Adrians

BATAUGA, BP – Sejumlah massa unjukrasa yang tergabung dalam Mahasiswa Lintas Gerakan (Malige) Buton Raya, kembali mendatangi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikmudora) Kabupaten Buton Selatan pada Senin (15/05), untuk mempertanyakan penanganan sejumlah kasus yang ada dibawah naungan dinas tersebut.

Kedatangan kali ini, massa unjukrasa berontak ingin menyegel kantor Dikmudora Busel, namun dihalang-halangi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Busel yang berujung pada kericuhan.

Kericuhan berawal ketika massa Malige Buton Raya tidak terima pernyataan Kadis Dikmudora Busel Safilin soal dugaan pemotongan Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dilakukan beberapa oknum kepala SD, yang mengatakan bahwa itu bukanlah pemotongan, melainkan keikhlasan para orang tua murid, karena kepala sekolah telah membantu melakukan pengurusan hingga pencairan BSM tersebut.

“Kami tidak terima hal itu, karena bagaimana pun itu adalah pungli. Karena diketahui bersama, membantu pengurusan pencairan BSM itu adalah salah satu tugas kepala sekolah,” ucap salah satu orator Masrin.

Bukan hanya itu, kekecewaan Malige Buton Raya juga akibat Kadis Dikmudora Busel tidak memberikan Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) sebagai sikap transparansi dinas kepada masyarakat.

“Kami ingin melihat DPA sebagai sikap transparansi dinas, sekarang bukan besok atau kami akan segel ini kantor,” ancamnya.

Sementara itu, massa aksi lainnya La Ode Rizky juga mempertanyakan penggunaan Dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) disetiap sekolah, yang diduga dalam penggunaannya tidak transparan hingga tercium indikasi korupsi.

Kata Rizky, Dikmudora Busel harus berperan aktif dalam proses pengawasan dana tersebut. Jika tidak, Dikmudora Busel akan ikut terkena imbas karena telah melakukan pembiaran.

“Kami meminta Kepala Dinas (Dikmudora) selaku pucuk pimpinan pendidikan untuk memerintahkan seluruh kepala sekolah menempel semua kegiatan penggunaan Dana BOS di mading sekolah, bukan hanya sekolah tetapi Dikmudora juga ikut menempel DPA di mading dinas, sikap itu sebagai langkah transparansi,” tegas La Ode Rizky.

Sedangkan Kadis Dikmudora Busel Safilin mengatakan, terkait hal itu pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala sekolah se Buton Selatan, untuk memenuhi aspirasi masyarakat sehingga transparansi anggaran dapat dilihat oleh seluruh elemen masyarakat, dan bukan ditutup-tutupi.

“Besok kami akan tempel di dinding DPA kami, begitu juga untuk Dana BOS, ditempel dimading sekolah masing-masing,” katanya.

Amatan Baubau Post, disela-sela Kadis Dikmudora Busel Safilin memberikan pencerahan kepada para pengunjuk rasa, massa melakukan perlawanan dengan ingin memasuki Dikmudora Busel untuk melakukan penyegelan.

Walau sudah diancam oleh Kapolsek Batauga akan melakukan penahanan kepada massa aksi yang berbuat anarkis, namun para pengunjuk rasa tetap bersikeras untuk masuk menyegel.

Akhirnya, kontak fisik terjadi antara pengunjuk rasa dan Sat Pol PP Busel yang melakukan pengamanan, dengan memblokade pintu masuk Dikmudora Busel.

Tak mampu menerobos, pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri, namun berjanji jika masalah tersebut tak tertuntaskan, Malige Buton Raya akan kembali dengan massa yang lebih banyak.(*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version