Peliput: Hengki TA

LABUNGKARI, BP – Dinilai memiliki program yang sangat baik dan tepat sasaran, 11 Desa di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan.

Adapun 11 Desa di Buteng yang mendapatkan penghargaan tersebut yaitu, Desa Metere, Nepa Mekar, Madongka, Batu Banawa, Katukobari Kecamatan Mawasangka Tengah, Wasilomata Satu, Napa, Walando, Rahia, Wadiabero, dan Desa Doda Bahari.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Buteng Armin

“Bentuk penghargaan daru Kementerian Keuangan berupa kucuran dana desa yang cukup jumbo dibandingkan dari desa lainnya, dengan nilai Rp 241 juta lebih untuk masing-masing 11 desa,” ungkap Armin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Buteng.

Lanjutnya, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 190 tahun 2021 tentang pengelolaan Dana Desa menjadi dasarnya. Dimana Kementerian Keuangan yang menentukan termasuk penyaluran dana desanya.

“Jadi itu disebut alokasi kinerja. Oleh Kementerian melihat programnya bagus termasuk ketepatan programnya. Jadi dikasih alokasi kinerja. Istilahnya diberi reward lah begitu,” tuturnya.

Kemudian, alokasi APBN itu dibagi menjadi beberapa bagian. Meliputi alokasi dasar, alokasi formula, alokasi afirmasi dan alokasi kinerja. Dimana, masing-masing desa menerima hak yang sama. Dimana tahun ini setiap desa di buteng kecipratan dana desanya Rp 540 juta lebih.

“Sementara alokasi formula pembagiannya tidak lagi merata melainkan berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah,” jelasnya.

Sementara itu, alokasi afirmasi, diperuntukkan bagi desa yang jumlah penduduk miskinnya besar. Salah satunya, terdapat tujuh desa dari 67 desa yang mendapatkan alokasi afirmasi. ke tujuh desa tersebut yaitu, Desa Matawine, Tanailandu, Terapung, Wasilomata Satu, Kokoe, Talaga Dua dan Desa Lowu Lowu.

“Tujuh desa ini menurut Kementerian warga miskinnya besar, sehingga besaran afirmasi nya masing-masing desa Rp 119 juta lebih,” tutupnya.

baca juga: 182 CPNS Angkatan 2019 di Buteng Akan Terima SK 100 Persen

Sementara yang paling terkecil didapatkan adalah Desa Matara Rp 668 juta karena mungkin jumlah penduduk miskinnya tidak signifikan sehingga diakumulasi seperti tersebut.(*)

Comments are closed.