Peliput: Prasetio M
BAUBAU, BP – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Pemerhati Masyarakat Kepulauan Buton (FOPMAK) kembali menggelar aksi di depan RSU Siloam Baubau pada Senin (10/07). Dalam aksinya Fopmak meminta Direktur RSU Siloam untuk segera dilengser dari jabatannya, terkait kelalaian yang dilakukan pihak rumah sakit.
Akibat kelalaian pihakn RS Siloam menyebabkan La Epi (32) yang merupakan korban kecelekaan tunggal dengan luka serius meninggal dunia karena tidak mendapat penangan serius saat di larikan ke RSU Siloam.
Tidak lama setelah menggelar aksi di depan RSU Siloam, massa aksi melanjutkan tuntutan hingga ke DPRD Kota Baubau. Masa dtemui oleh beberapa anggota dewan dan melakukan diskusi dengan sejumlah massa.
Dihadapan anggota DPRD Kota Baubau, salah satu anggota Fopmak, Marsin Moko mendesak untuk menghadirkan direktur RS Siloam untuk mempertanggung jawabkan atas penelantaran pasien yang dilakukan..
“Jika tidak di panggil ke sini (kantor DPRD-red), kami berharap anggota DPRD turun bersama ke Siloam,”kata Moko.
H Ridwan selaku ketua yang memimpin diskusi menegaskan, bahwa pihaknya akan segera memanggil direktur siloam, Pemerintah dan beberapa keluarga korban untuk sama-sama mendengar tanggapan dari pihak Siloam.
“Namun untuk waktu, kita akan berkonsultasi dengan Ketua dewan, karena saat ini kami sedang melaksanakan sidang pleno terkait Raperda,”jelasnya.
Dan untuk diketahui, Anggota Dewan yang menemui massa sebanyak tujuh orang yakni, H Ridwan, La Bara, Harmin, Haryono Hafied, Hj Huzulia, Murhanto dan La Ode Sahrun. dan hasil pengamatan wartawan, usai ditemui oleh Ketua dewan dan berdialog bersama, massa meninggalkan kantor DPRD Kota Baubau dengan tertib.(#)

