Peliput: Duriani
WAKATOBI, BP – Kurangnya lapangan pekerjaan didaerah sendiri, banyak warga Wakatobi mencari peruntungan diluar daerah hingga luar negeri. Hal itu terlihat dari data permohonan untuk mendapatkan rekomendasi pembuatan passport di Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Wakatobi.
Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Wakatobi, Ajihuddin, mengungkapkan sejak tahun 2017 hingga saat ini, warga Wakatobi yang memohon rekomendasi pembuatan passport mencapai 200 orang.
Meskipun pemohon rekomendasi pembuatan passport itu bersifat per orangan dan tidak melalui agen penyalur tenaga kerja resmi. Namun dipastikan bahwa pemohon rekomendasi tersebut akan mencari pekerjaan diluar negeri.
“Sejak Januari 2017 hingga 14 Juli 2017, sudah ada 197 warga Wakatobi mengurus rekomendasi di Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Wakatobi. Pemohon ini rata-rata mencari pekerjaan diluar negeri seperti Malaysia,” ungkap Ajihuddin, akhir pecan lalu.
Dari 197 warga Wakatobi yang mengurus rekomendasi pembuatan passport itu lanjut Ajihuddin, didominasi laki-laki. “Pengurus rekomendasi pembuatan passport ini rata-rata pria. Sedangkan wanita baru sekitar 10 orang,” ucapnya.
Menurut Ajihuddin, warga Wakatobi pencari kerja dalam negeri terbilang masih minim. “Sedangkan yang mengurus kartu kuning selama tahun 2017 ini baru sekitar 11 orang. Kartu kuning ini termasuk salah satu syarat untuk mencari pekerjaan didalam negeri,” ujar Ajihuddin.
Ajihuddin, menambahkan jika warga Wakatobi pemohon rekomendasi pembuatan passport itu didominasi dari dua pulau. “Yang paling banyak memohon rekomendasi pembuatan passport ini dari pulau Wangi-Wangi dan Kaledupa. Untuk warga pulau Tomia selama tahun 2017 ini belum ada, begitu pula warga pulau Binongko belum ada,” tutup Ajihuddin.(*)

