Site icon BAUBAUPOST.COM

Wakil Rektor Unidayan Direposisi

F01.7 Dr Andri Tenri dan La Ode Hadia saat menandatangani naskah pelantikan sebagai wakil rektor

Dr Andri Tenri dan La Ode Hadia saat menandatangani naskah pelantikan sebagai wakil rektor

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Rektor Unidayan, Ir H LM Sjamsul Qamar MT mereposisi jabatan dua wakilnya untuk penyegaran dalam kinerja Rektorat. Pejabat Wakil Rektor III dan IV ditukar posisinya, Selasa (25/07) di ruang rapat rektorat Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni kini dijabat oleh Dr H Andi Tendri Machmud MSi. Sementara Wakil Rektor IV bidang perencanaan, pengembangan dan kerjasama kini dijabat La Ode Hadia Ssos MSi.

Sjamsul Qamar dalam sambutannya mengatakan, jabatan dalam kampus adalah tugas tambahan seorang dosen. Olehnya dia berpesan kepada pejabat baru untuk melaksanakan tugasnya dengan semaksimal dan sebaik mungkin.

“Tugas utama dosen adalah menjalankan tri dharma pendidikan. Dosen bukanlah tugas yang mudah, mulai dari menyiapkan materi, memberi penilaian kepada mahasiswa.
Tugas dosen lainnya adalah pengabdian masyarakat dan penelitian, semua tugas ini harus dihadapi. Semua dosen senior, silahkan baca buku petunjuknya mengenai pengabdian dan penelitian,” jelasnya.

Suami dari Wa Ode Maasra ini menekankan, permasalahan pada bidang kemahasiswaan segera diselesaikan. Misalnya organisasi internal kampus maupun Unit Kerja Mahasiswa (UKM).

“Terutama pada bidang kemahasiswaan, agar UKM dan organisasi kemahasiswaan internal dihidupkan. Karena ini bisa menjadi citra kita juga. UKM seperti olahrga dapat menciptakan mahasiswa berprestasi. Sehingga ini perlu dibina dengan baik,” tandasnya.

Sjamsul meminta kepada segenap dosen maupun karyawan di Unidayan untuk meningkatkan kekompakan dalam bekerja. Menurutnya sangat disayangkan jika masih ada sekat-sekat maupun kubu-kubu dalam internal kampus.

“Perlu motivasi dari diri kita sendiri dalam menghadapi tugas. Semua harus kompak, jangan ada lagi pisah-pisah karena akan mempengaruhi kinerja kita. Seperti kegiatan akademik yang lalu, masih ada gap-gap, saya tidak mau lagi lihat itu,” pintanya.

Selain itu, Unidayan juga memiliki tugas yang berat, yakni mewujudkan visi sebagai Kampus Swasta Terdepan di Indoesia Timur tahun 2035. Dimana Institusi maupun semua fakultas harus terakreditasi A.

“Mencapai akreditasi A adalah sesuatu yg tidak mudah. Bukan berarti nanti 2035 baru kita akreditasi A, tapi proses berjalan kita telah melalukan upaya-upaya, minimal mencapai akreditasi B,” jelasnya.

Pihaknya menyadari peningkatan akrditasi mencapai A memerlukan dana yang tidak sedikit. Olehnya kata Sjamsul, Unidayan harus meningkatkan pelayanan terbaik kepada mahasiswanya untuk menciptakan citra yang baik ditengah masyarakat. Selain itu, pihaknya mengupayakan untuk memekarkan Pertanian yang masih menjadi Program Studi di Fakultas Perikanan menjadi Fakultas tersendiri. (**)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version