Site icon BAUBAUPOST.COM

Walikota Minta ASN Loyal Pada Pimpinan, Bila Mau PTUN Akan Dihadapi

Dr HAS Tamrin Sebut Mutasi Untuk Perbaikan Kinerja

Lpaoran: Ardi Toris
BAUBAU, BP- Pejabat ASN lingkup Kota Baubau yang baru saja dilantik, Selasa (25/07), berjumlah 31 orang oleh Walikota Baubau diharapkan bisa bekerja lebih baik guna mewujudkan visi misi Kota Baubau yang maju, sejahtera, dan berbudaya.

Harapan itu diutarakan Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH ketika memberikan arahannya.
Dalam kesempatan itu, doktor Ilmu Pemerintahan keluaran IPDN mengatakan mutasi itu adalah suatu kewajaran didalanm suatu organisasi, baik kecil maupun besar dengan tujuan untuk melakukan konsolidasi dan pembinaan.

“Mutasi itu banyak bentuknya, ada yang mutasi roling organisasi, ada mutasi promosi, ada juga mutasi diberikan karena sanksi. Sanksi atau pemberian pengharagaan itu merupakan pembinaan dan pembinaan bisa dalam bentuk reward bisa juga dalam bentuk punishman. Reward baik yang sekecil-kecilnya diberikan untuk merangsang PNS agar bekerja lebih baik. Sedangkan punishman diberikan karena kinerja ASN itu rendah karena kemalasan, misalnya,” jelas Dr HAS Tamrin.

Dia pun mencontohkan pemberian reward itu misalnya pemberian gaji tepat waktu diberikan pujian, diberikan kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat berkala. Memang itu ada batas waktunya, tapi itu juga dilihat berdasarkan prestasi kerja untuk meningkatkan motivasi.

Menurut Dr HAS Tamrin, reward diberikan agar ASN lebih bersemangat meningkatkan diri baik secara individu maupun secara organisasi.

Sebaliknya, pembinaan yang bersifat punishman, katasnya, diberikan misalnya karena ASN itu malas. ” Lalu diberikan peringatan, kadang-kadang juga ya… bisa dimarahi secara lisan. Tapi saya tidak memarahi seseorang diorang banyak, saya panggil diruangan saya. Pemberian punishman bisa dalam bentuk tertulis, bisa dalam bentuk ditahan gaji berkalanya, diturunkan jabatannya, itu Bisa saja. Ini dilakukan bukan karena sentimen. Punishman juga bisa diberikan secara terukur dan secara tidak terukur,” tuturnya lagi.

Masih terkait dengan mutasi, Dr AS Tamrin mendeskripsikan bahwa mutasi terhadap seseorang itu dilakukan karena beberapa hal, misalnya karena ASN sudah merasa jenuh dengan jabatgan lamanya sehingga harus ada penyegaran. Mutasi juga bisa dilakukan karena kinerja ASN tidak kunjung membaik kinerjanya sehingga perlu dicarikan orang yang tepat. Ada juga Mutasi itu dilakukan, lanjutnya, karena ASN kepantasan menduduki suatu jabatan.

“Seperti mutasi kali ini ada lurah yang ditukar-tukar, diroling, lalu kadang-kadang ada juga yang diangkat sekertaris. Kita mengangkat orang ini kadang-kadang ada masukan dari orang lain untuk menyerap masukan, itu tidak apa-apa. Konsolidasi itu tidak berhenti, kita jalan terus. Makanya saya turun langsung untuk terus kita evaluasi, tidak apa-apa. Ada juga mutasi itu kita lakukan, karena ada yang pernah saya non job, lalu dia tetap bekerja dengan baik, tetap loyal sama pimpinan, dan setelah saya evaluasi akhirnya saya memutuskan untuk mengangkat dia kembali,” tuturnya, disambut aplaus yang hadir.

Tujuan mutasi ini secara keseluruah, kata Dr HAS Tamrin adalah untuk memacu kinerja ASN, dan tujuannya bukan karena pihaknya sentimen dengan ASN. “Jadi ini jangan dinilai ada sentimen. Saya juga tidak ada niat apa-apa melakuken sentimen kepada ASN. Memang mutasi ini juga kadangkala ada juga pengaruh eksternal dan politis. Tapi kita melakukan ini, semata-mata untuk perbaikan kinerja kita sebagai organisasi pemerintahan,” tuturnya.

Dia pun mengajak para ASN yang baru saja dilantik agar bekerja tulus, ikhlas, dan loyal sama pimpinan. “Jangan baru dimutasi sudah mau melawan. Ada juga yang begitu, pokoknya mau melawan. Sampai saya dengar ada yang mau PTUN, ya,,silahkan saja, akan saya hadapi. Jadi bila kerjanya baik, loyal, dan berprestasi saya kira harus kita beri reward,” tutupnya. (*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version