F01.6 A Salah Seorang Mahasiswa Teknik Mesin Unidayan Saat Menguji Sepeda AirSalah Seorang Mahasiswa Teknik Mesin Unidayan Saat Menguji Sepeda Air

Peliput: Gustam Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau terus mengasah kreatifitasnya. Setelah mengembangkan Gokar (teknologi sejenis mobil), motor drive (motor beroda tiga).

Teranyar, mahasiswa Teknik Mesin Unidayan kini menciptakan sepeda air. Bahkan, untu menciptakan sepeda air ini dengan memanfaatkan barang bekas.

Salah satu Dosen Prodi Teknik Mesin Unidayan Baubau Ir Muhamad Iqbal Achmad, kepada Baubau Post, rabu (26/07), saat hendak membimbing mahasiswanya di laboratorium Teknik Mesin Unidayan Baubau mengatakan, dua buah sepeda air kini sudah diciptakan mahasiswanya, yakni untuk dewasa dan anak-anak. Dijelaskannya, bobot sepeda air untuk anak-anak maksimal 45 kg, sedangakn dewasa 75 kg.

“Hari minggu (23/07) kemarin di pantai nirwana, kita baru uji cobakan sepeda air ini. Dua buah yang kita ciptakan, yakni anak-anak dan dewasa. Untuk anak-anak maksimal bebannya 45 kg, sedangkan dewasa 75 kg, lewat dari itu sepedanya agak tenggelam, susah untuk diroda,” kata Iqbal.

Pembuatan sepeda air itu, lanjut Iqbal, terinspirasi melihat geografis kepualaun Indonesia yang merupakan daerah maritim, dimana mayoritas pemukiman berada di pesisir pantai.

“Kita melihat Indonesia inikan negara maritim, hampir semua daerah berada di pesisir. Untuk itu kita cobe melawan hukum alam, kita berdiri di atas air, dengan mengembangkan sepeda air ini,” ungkapnya.

Iqbal mengatakan, pembuatan sepeda air menggunakan barang bekas yang tidak terpakai lagi, dengan menelan biaya hingga Rp 2 juta lebih.

“Karena pembuatannya kita pakai barang bekas, sepeda air ini biaya pembuatannya sekitar Rp 2 juta lebih,” pungkasnya. (#)

Visited 1 times, 1 visit(s) today