Peliput: Alyakin Editor: Zaman Adha

PASARWAJO, BP – Data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buton menyebutkan, masyarakat yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di perkirakan mencapai 14.000 jiwa. Hal ini di sebabkan kurangnya pasokan blangko dari pusat.
Meski masyarakat Kabupaten Buton belum bisa membuat KTP-el karena kurangnya blangko, namun masyarakat dapat menggunakan surat perekaman KTP-el untuk pengurusan administrasi.
Kepala Disdukcapil, Muhammad Amin SE mengatakan, kurangnya blanko KTP-el secara nasional bukan alasan bagi masyarakat untuk memiliki legalitas sebagai warga egara Indonesia. Surat keterangan perekaman sama nilainya dengan KTP-el, namun masaberlakunya hanya enam bulan sejak diterbitkan dan bisa diperpanjang.
“Jadi masyarakat yang ingin melakukan perekaman KTP-el di Disdukcapil cukup membawa foto copy Kartu Keluarga, sebab blanko KTP-el secara nasional pengadaannya akan dilakukan pada tahun anggaran 2017,” ucapnya
Saat ini, masyarakat Buton yang sudah melakukan perekaman KTP-el mencapai 2000 jiwa. Sedangkan masyarakat yang belum melakukan perekaman sekitar 12.000 jiwa, termasuk wajib KTP-el yang sudah memasuki usia 17 tahun dan penduduk lanjut usia
“Masyarakat Kabupaten Buton yang belum miliki KTP-el dan belum merekam, harus segera lakukan perekaman, karena sudah tidak berlaku lagi KTP manual,” katanya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Buton agar segera melakukan perekaman KTP-el, karena KTP manual sudah tidak berlaku lagi dan salah satu syarat masyarakat bisa diakui keberadaannya oleh pemerintah yaitu dengan memiliki dokumen resmi seperti KTP-el, Kartu Keluarga serta identitas lainnya,” tutupnya. (*)