Site icon BAUBAUPOST.COM

Gelar FGD, BPS Perkuat Pengumpulan Data Statistik

F10.1 Ir Atqo Mardiyanto MSi saat memaparkan materi pengumpulan data statistik

Ir Atqo Mardiyanto MSi saat memaparkan materi pengumpulan data statistik

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Baubau menggelar Focus Group Discussion (FGD) di salah satu restoran di Kota Baubau, Senin (13/11). Kegiatan ini untuk penguatan statistik sektoral dan metadata statistik dalam rangka mendorong pembentukan forum data Kota Baubau

Dalam sambutannya Plt Sekda Baubau Armin mengungkapkan, kegiatan tersebut berdampak positif dalam memberi pemahaman kepada sejumah instansi vertikal terkait metode pendataan. Dijelaskannya, dalam membangun Kota Baubau diperlukan data statistik yang akurat.

“Visi Kota Baubau mewujudkan insan Kota Baubau yang berbudaya. Itu semua akan terwujud dengan data statistik

yang akurat. Perlu diketahui, menghasilkan data statistik yang akurat mempunyai banyak hambatan, antara lain teknik pengumpulan data yang belum memenuhi standar pendataan yang sesuai,” kata Armin.

Armin menambahkan, perlu ada koordiansi yang baik antara pengumpul data dan pemberi data dalam menghasilkan data akurat. Dikatakannya, perlu ada wadah diskusi dalam menciptakan pendataan yang tepat guna.

“Organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal perlu memahami hambatan pengumpulan data, karena saya yakin singkronisasi antara pengumpul data dan pemberi data itu akan menghasilkan data akurat dalam pembangunan Kota Baubau,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Sultra Ir Atqo Mardiyanto MSi dalam pemaparan materinya mengungkapkan, yang terpenting dalam kegiatan tersebut yakni penguatan data sektoral. Instansi terkait mesti memahami sistem pengumpulan data yang baik untuk menghasilkan data akurat.

“Perlu sinergitas antara SKPD dan instansi vertikal untuk menghasilkan satu data yang akurat. Terkadang kita dengar katanya perekonomian kita tumbuh, tapi kok hidup kita masih begini-begini saja. Inilah yang harus pahami, apakah datanya yang salah atau bagaimana. Makanya kita harus pahami seperti apa itu inflasi serta kesesuaiannya dengan kondisi daerah,” kata Atqo.

Atqo menambahkan, terdapat beberapa jenis data lapangan yakni, data statistik sektoral, dasar dan khusus. Dalam pengumpulan data, mesti dicantumkan prosedur atau metode pengumpulan data untuk menjadi rujukan keakuratan data tersebut.

“Ada tiga jenis data yakni, statistik sektoral, dasar dan khusus. Yang menjadi produk BPS itu statistik daras, sedangkan statistik sektoral itu biasanya dari SKPD bisa juga bekerjasama dengan BPS. Untuk statistik khusus itu dikelola oleh Perguruan Tinggi. Kalau sudah ada satu data yang ada, maka data tersebut bisa dipakai untuk data selanjutnya,” pungkasnya. (*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version