– Dr HAS Tamrin Buka Sosialisasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sekaligus Bersama Prof Zudan Arif menyerahkan KIA Secara Simbolis

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh SH MH menjadi pembicara utama dalam kegiatan sosialisasi sistim administrasi kependudukan dan pencatatan sipil serta pemanfaatannya, Jumat (08/12), di Aula Kantor Walikota Baubau di Palagimata.

Hadir pada kesempatan itu Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH, Asisten I Pemprof Sultra Safaruddin Syafaat , Sekda Baubau Drs Armin SE, para kepala SKPD dan PNS lingkup Kota Baubau.

Kadis Capil Baubau Sahirun SE, sekaligus sebagai Ketua Panitia melaporkan bahwa dasar pelaksanaan U NO 24 TAHUN 2013 tentang adminsitrasi kependudukan, peraturan presiden nomor 26 tentang penggunaan KTP-El dan pemberian NIK.

Tujuan sosialisasi ini agar masyarakat tertib dalam melaporkan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting lainnya. Sasarannya agar masyarakat tertib menggunakan dokumen pencatatan sipil seperti penggunaan NIK, KK, pindah tempat tinggal dll. Pesertanya 700 orang dengan melibatkan camat, lurah hingga RT/RW.

Sebelum memberikan sambutannya Walikota Baubau terlebih dahulu memberikan pengantar kata.
“Pak Dirjen dan saya baru tiba tadi. Seyogyanya saya harus berada di Bali pagi ini untuk menghadiri penyerahan penghargaan kepada saya oleh top seven media terkait local goverment. Tapi karena saya sudah diinformasikan Kadis Dukcapil, bahwa Pak Dirjen tidak jadi datang bila saya tidak berada di Baubau. Serta merta saya batalkan tiket ke Bali dan saya langsung telepon Pak Dirjen untuk jemput kedatangan beliau. Inilah bentuk penghormatan saya kepada beliau untuk saling menghormati kedatangannya di Kota Baubau, ” ucapnya.

Dr HAS Tamrin MH memberikan apresiasi atas rencana pembentukan forum RT/RW dan menegaskan bahwa forum RT/RW bertujuan mendorong pemahaman masyarakat terhadap pentingnya data kependudukan dan pemanfaatannya yang selama ini menjadi penyebab kritikan, sorotan, dan keluhan dalam proses pengurusan administrasi kependudukan tersebut.

“Khusus untuk rencana pembentukan forum RT/RW se Kota Baubau, bagi Dinas Dukcapil menjadi tonggak sejarah menuju masyarakat yang mandiri dan berkeadilan. Saudara-saudara nantinya adalah pejuang kemanusiaan yang dengan bangga dan tulus mengabdikan diri untuk memberikan pelayanan prima secara menyeluruh kepada masyarakat,” pesan walikota

Pada kesempatan itu Walikota berharap Dukcapil dan forum itu bisa bersinergi dengan stakeholder yang ada untuk mewujudkan pelayanan profesional dan prima. Salah satu instrumen untuk menjawab itu dengan melakukan sosialisasi sistim administrasi kependudukan dan pencatatan sipil serta pemanfaatannya.

“Kita tau proses pengurusan ataupun pelayanan masyarakat khususnya KTP-EL ditentukan oleh tiga unsur yaitu SDMnya, peralatan atau instrumennya, dan proses termasuk persyaratannya. Nah… Pak Prof seringkali instrumennya sering eror, kadang juga blankonya habis. Namun yang penting adalah SDMnya harus baik, punya nilai kejujuran supaya bisa mewujudkan pelayanan prima yaitu murah, mudah, dan transparan, ” katanya mengingatkan.

Dr HAS Tamrin berharap dalam sosialisasi ini dapat tercipta rekomendasi kependudukan untuk dapat disampaikan kepada masyarakat dilingkungan masing-masing Sehingga masalah kependudukan ini bisa tercerahkan.

Usai memberikan sambutan, walikota bersama Dirjen Dukcapil menyerahkan kartu identitas anak (KIA) kepada siswa mulai dari tingkat TK sampai dengan tingkat SLTA. Menurut Prof Zudan Arif program   KIA ini merupakan program baru Presiden RI Jokowi diperuntukan untuk anak yang berusia dari nol bulan sampai anak usia 17 tahun kurang dari satu hari. “Program KIA ini untuk Provinsi Sultra baru pertama kali di launching di Kota Baubau, ” katanya lugas.

Dirjen pun menanggapi masukan dari Walikota Baubau terkait sistim yang sering eror dan blanko KTP-El yang pada tahun lalu kosong di sebabkan proyeknya gagal lelang. Prof Zudan Arif berjanji akan memberikan kepada Dukcapil Baubau 10 ribu blanko KTP-El.

“Tahun lalu saya minta maaf karena gagal lelang proyek sehingga blanko KTP-El nya kosong. Tahun ini kami sudah punya persediaan 6 juta blanko, dan 10 ribu blanko KTP-El untuk Baubau sudah bisa diambil hari Senin pekan depan. Blanko ini harus bisa dihabiskan dalam waktu 20 hari, bila bisa terselesaikan maka Januari akan saya tambah lagi 10 ribu bkankonya. Agar kerjanya cepat saya sarankan Pak Walikota tambahkan lagi printernya, ” jelasnya. (*)

Pin It on Pinterest