Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Dr Seto Mulyadi (kak Seto) menekankan kepada guru agar lebih profesional dan menjadi sahabat anak di lingkungan sekolah. Sementara orang tua ditekankan untuk menjadi sahabat anak di rumah.

Sehingga, dapat menciptakan rumah layak anak untuk menunjang perkembangan dan prestasi anak. Dikatakan, potensi anak-anak Kota Baubau tidak kalah dengan potensi anak-anak dikota besar, baik potensi akademik maupun non akademik.

“Dua tahun yang lalu saya bertemu saat mereka dikirim ke Jakarta, saya lihat potensi anak hebat-hebat semua,” kata kak Seto usai acara rapat evaluasi tahap akhir (Evtap) 2017 sekolah dan rumah layak anak, Selasa (19/12).

Menurutnya, untuk pendidik di sekolah dan di rumah agar dapat merubah paradigma, yakni dalam mengajar anak tidak lagi menggunakan kekerasan. Dengan mengunakan gaya mengajar dengan kekerasan hanya akan menghasilkan anak-anak yang kelihatan patuh, namun setelah keluar lingkungan sekolah atau keluarga hanya akan menunjukan bentuk frustasi anak-anak bangsa.

Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan Kota Baubau Sahirsan mengatakan, akan mendorong program pendidikan ramah anak dan ramah lingkungan anak kedepannya untuk generasi muda Kota Baubau. Jika terdapat kesulitan kedepannya pihak dewan pendidikan akan memfasilitasi kepada DPRD selaku legislator dan mengusul kepada Pemerintah Kota Baubau selaku pengambil kebijakan.

Agar terciptanya lingkungan yang ramah anak, pihaknya juga akan mengususlkan kepada Pemerintah Kota Baubau, untuk membentuk Satgas Ramah anak di tingkat RT dan RW, sehingga tidak terjadi kekerasan di lingkungan sekolah dan keluarga.

Dia menambahkan jumlah anak dari tingkat SD hingga SMA di Kota Baubau ada sekitar 3600 anak dan tiap tahun ada tambahan anak sekitar 3000 anak. “TK menamatkan 3000 anak langsung masuk ke SD, SD menamatkan 3000 untuk masuk ke SMP, tamat SMP 3000 yang masuk SMA itu 4000 anak, jadi kita mendukung program yang ramah anak,” jelasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today