Peliput : Alan
LABUNGKARI, BP – Persedian obat-obatan di Kabupaten Buton Tengah untuk tahun 2018 di seluruh puskesmas bebas dari kelangkaan obat-obatan.
Kepala Seksi Kefarmasian Dinas kesehatan, Taufik saat dikonfirmasi media ini beberapa waktu lalu mengatakan persediaan obat tahun ini tetap aman terkendali. Tersedianya obat-obatan dikarenakan banyaknya stok obat pembelanjaan pada 2017 lalu serta dari perencanaan yang matang dari Dinas Kesehatan melebihi dari jumlah konsumsi masyarakat.
“Jadi pemakaian 2017 selama setahun, dapat kita rata ratakan laporan pemakaian puskesmas. Untuk pengadaan obat kami siapkan untuk 18 bulan, jadi aman tahun ini,” beber Taufik.
Kata dia, sebelumnya sempat terjadi kekosongan seperti asan afenamat dan diazepam, namun pada tahun ini tidak akan terulang karena pihaknya sudah menyusun perencanaannya secara matang sesuai dengan kebutuhan.
“Tahun ini, Insya Allah 90% sudah aman, kesediaan obat sangat memadai,” imbuhnya.
Dijelaskan, pengelolaan obat merupakan salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian, yang dimulai dari perencanaan, hingga pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan evaluasi. Tujuannya adalah untuk menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan obat yang efektif. Adapun penganggaran pengadaan obat itu berasal dari anggaran pusat, sementara daerah hanya merencanakan sesuai dengan kebutuhan.
“Untuk tahun 2018 perencanaan kami itu sekitar 1,5 miliar, mudah-mudahan juga bisa terealisasi semuanya,”. (*)

