BAUBAU, baubaupost.com – Luas lahan jagung hibrida Kota Baubau di beberapa kelurahan sentra penanaman bervariasi. Dinas Pertanian (Distan) Kota Baubau menargetkan tanam jagung hibrida tahun ini mencapai 198 hektar.
Kepala Distan Kota Baubau, Ir Bahara P MSi optimis Kota Baubau dapat menghasilkan 4 hingga 5 ton jagung. Waktu panen diprediksi pada bulan Maret tahun ini.
“Panen jagung hibrida pada Maret sekitar 4 hektar di Kelurahan Waliabuku dan menyusul akhir maret ini di Kelurahan Ngkaring-karing sekitar 2 hektar,” ungkapnya saat ditemui di Kantornya, Kamis (15/03).
Untuk pemasaran jagung hibrida tidak mengalami kendala. Pasalnya sudah ada pembeli lokal yang siap menampung hasil produksi jagung hibrida dari petani Kota Baubau.
“Jagung hibrida nantinya dipasarkan setelah digiling untuk pakan ternak. Jadi seberapapun hasil petani Inshallah bisa ditampung pengusaha kita,” katanya.
Lanjut Bahara, program penanaman jagung ini selain untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah juga untuk mendukung program jagung nasional. Sehingga diharapkan petani memiliki nilai tambah ekonomi dari hasil tanam jagungnya.
Penanaman jagung hibrida di Kota Baubau tersebar di beberapa kecamatan yakni Sorawolio, Bungi dan Kecamatan Wolio. Namun petani jagung hibrida juga memiliki kendala seperti adanya babi dan monyet yang dapat merusak tanaman jagung.
“Tapi masyarakat tidak menjadikannya halangan yang berarti,” tutupnya. (**)
Peliput: Zaman Adha

