Site icon BAUBAUPOST.COM

15 Karyawan Garam Malige Nganggur

F10.4 Ir Bahara P MSi

Ir Bahara P MSi

Editor: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Penyitaan garam bermerek Malige oleh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa lalu menjadi mimpi buruk bagi segenap karyawan PT Graha Niaga Buton. Tercatat 15 orang karyawan resmi mengaggur.
Pemilik usaha PT Graha Niaga Buton, Jafar Malle mengungkapkan, beberapa karyawannya berat menghadapi kenyataan ini. Bahkan karyawan perempuan sempat menangis.
“Karena hidup mereka bergantung pada pekerjaan ini,” ungkapnya seperti dikutip dari Mediakendari.com.
Jafar mengakui jika garam produksinya belum sampai pada tahap MD (Makanan Dalam). Namun baru sampai pada tahap Sertifikat Penyuluhan (SP). Pada Semptember 2016, pihaknya telah mengajukan tahap MD dan telah diproses BPOM pada Nonember 2017.
“Tetapi kata mereka SNI harus diganti karena sudah kadaluarsa. Hal itu yang kami tidak pahami sampai saat ini,” katanya.
Akibat peristiwa ini, sebagian masyarakat Kota Baubau resah. Pasalnya kelangkaan garam menjadi ancaman, karena tempat usahanya menjadi penyedia garam bagi masyarkat di Kota Baubau dan sekitarnya. Dalam sehari tempat usahanya mampu memasok hingga 50 karung garam. (**)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version