-Peliput: Prasetio M
Editor: Zaman Adha
BAUBAU, BP – Polres Baubau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan suasana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang damai dan kondusif, tanpa Hoax, Isu Sara, fitnah, ujaran kebencian dan paham radikalisme anti Pancasila. Upaya itu dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di salah satu hotel di Kota Baubau, Senin (19/03).
Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Mucharam SIk melalui Kasat Binmas Polres Baubau AKP Syakhrir S usai kegiatan FGD mengatakan, ini merupakan Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (K2YD), yang juga merupakan rangkaian kegiatan tahapan Pilkada di Kota Baubau.
“Kami dari Polres Baubau tentunya dengan bimbingan Kapolres Baubau dalam hal ini, diharapkan semoga apa yang menjadi rangkaian Pilkada baik itu Pilwali maupun Pilgub, nantinya bisa berjalan damai dan kondusif,” kata Syakhrir.
FGD bertujuan untuk menjalin hubungan yang baik antara Polres Baubau dengan seluruh element masyarakat Kota Baubau, untuk bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban. Pihaknya melibatkan Dinas Kominfo dan Kesbangpol Kota Baubau untuk mengisi materi.
“Terkait dalam hal ini dari Kominfo yang disampaikan oleh Dr Hamzah kaitannya dengan hoax, fitnah, isu sara, ujaran kebencian dan hal-hal yang berkaitan dengan radikalisme anti pancasila,” jelasnya.
Pihaknya berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hoax, fitnah, isu sara, ujaran kebencian dan radikalisme anti pancasila. Jika ada laporan masyarakat terkait informasi hoax, isu sara, ujaran kebencian dan radikalisme, pihaknya akan segera menindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum dengan ancaman hukuman pidana.
Amatan media ini, acara tersebut dihadiri oleh Pj Walikota Baubau yang diwakili oleh Asisten III, Dandim 1413 Buton mewakili Kasdim 1413/Buton, Kepala Kejaksaan Negeri Baubau, Kepala Pengadilan Baubau, Camat dan Lurah Sekota Baubau, Tokoh agama, pengurus Bhayangkari, Persit dan Jalasenastri, Ketua Timses Paslon Kota Baubau dan sejumlah unsur masyarakat lainnya. (*)

