Site icon BAUBAUPOST.COM

Dugaan Korupsi Alat Musik Pemkot, M Djudul Diperiksa Jaksa

29391263 1664897346879094 60487751 o

Peliput : Jaya Editor: Zaman Adha

BAUBAU, baubaupost.com – Mantan Sekda Kota Baubau, M Djudul diperiksa jaksa terkait dugaan korupsi pengadaan alat musik Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, Selasa (20/03). Djudul diperiksa sebagai saksi karena memegang Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek tersebut.

Kajari Baubau M Rasul Hamid SH melalui Kasipidsus La Ode Rubiani kepada awak media Rabu (21/03) mengatakan, mantan Sekda Baubau hadir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau tanpa surat panggilan. Sebelumnya telah dilayangkan surat panggilan, namun Djudul dua kali tidak menghadiri panggilan jaksa.

“Beliau hadir sekitar pukul 10.00 wita, dan kami melakukan pemeriksaan terhadap beliau kurang lebih dua jam,” ungkapnya.

Dikatakannya, pihaknya tidak tahu kalau Djudul datang ke Kejari, sementara surat panggilan ketiga belum dilayangkan. Kedatangan mantan Sekda Baubau selain untuk menghadiri pemeriksaan jaksa, juga untuk mengklarifikasi alasan ketidakhadirannya sebanyak dua kali. Djudul mengaku tidak mengetahui adanya surat panggilan jaksa.

“Katanya surat panggilannya tidak sampai ke dia. Memang surat itu dikirim ke Sekertariat Daerah Kota Baubau, sementara ketika itu dia tengah keluar daerah,” jelasnya.

Proyek pengadaan alat musik Pemkot Baubau itu diduga menyebabkan kerugian negara. Pasalnya, dalam pengadaannya hingga masa kontrak berakhir, ada dua item yang belum diserahkan, alasannya barang yang dipesan sedang kosong. Sehingga konsekuensinya membayar denda dalam perpanjangan waktu selama 50 hari.

“Dalam perpanjangan waktu yang diberikan inilah kedua item yang belum sempat diserahkan harus dilengkapi dengan konsekuensi dikenakan denda yang harus dibayarkan sambil menunggu barang tersebut,” tuturnya.

Disebutkan, CV Maju Jaya menjadi rekanan Pemkot Baubau dalam pengadaan alat musik yang bernilai kotrak Rp 2 miliar. Diketahui, Djudul diperiksa Kejari Baubau karena bertindak sebagai penanggung jawab proyek pengadaan alat musik tahun 2016. Belakangan, proyek tersebut diduga bermasalah. (*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version